Tampilkan postingan dengan label Burung Parkit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Burung Parkit. Tampilkan semua postingan
Budidaya Burung Parkit

Budidaya Burung Parkit


Pesona burung parkit memang memukau aneka macam kalangan. Mulai dari bawah umur sampai orang dewasa, sekedar hobby, klangenan maupun sebagai ladang bisnis. 
Di tempat Pasar Turi, Pasar Kupang ataupun Pasar Bratang sangat minim sekali pasokan burung parkit yang berkualitas. satu sangkar hanya beberapa ekor burung parkit, itupun kurang banyak pilihan baik dari sisi warna dan kesehatan burung yang kurang prima.
Jadi sewaktu saya membeli di pedagang tersebut butuh waktu agak usang untuk mengamati kira-kira bakalan burung mana yang anggun untuk saya jinakkan. Karena dari beberapa diantaranya ada yang sakit-sakitan dan warna bulunya yang kusam ibarat kurang terawat. Ketika saya tanya pada pedagangnya kenapa pilihan barang mereka terbatas, mereka menjawab sebab kurang pasokan.
Jadi bila merunut dari kesediaan pasokan tampaknya prospek bisnis burung parkit masih terbuka. So peluang bisnis pengembangbiakan burung parkit cukup cerah.


Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya sebab cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga balasannya kurang memuaskan.

Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya ialah sebagai berikut:
  1. Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget ialah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapat pasangan burung parkit yang sudah harmonis ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah bila kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget ialah kuantitas maka itu sanggup diabaikan dengan cara membiarkan parkit menentukan pasangannya sendiri di sangkar perjodohan masal.
  2. Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Kaprikornus pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.
  3. Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) sebab beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit "beli satu pasang". Tetapi ternyata sampai sekian usang tidak menandakan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang sanggup membedakan terang bila parkit sudah cukup umur ialah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.
  4. Ukuran sangkar harus diadaptasi dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini ialah biaya sangkar jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya ialah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi janjkematian masal.
  5. Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar 'berisi'. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu usang sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Kaprikornus pilih biji-bijian yang berbobot biar sanggup memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga sanggup diberikan.
  6. Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan sanggup di sanggup dari tumbukan kerikil bata merah, genteng ataupun kulit sotong.
  7. Kesehatan burung parkit juga akan kuat pada perkembangbiakan.
  8. Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
  9. Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
Yang terang budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga sanggup menambah penghasilan.


Untuk mengembangbiakan burung parkit harus memperhatikan beberapa hal biar mendapat hasil yang maksimal didalam penangkaran. Ukuran kadang yang diperlukan bekerjsama tidak terlalu besar. Yang perlu diperhatikan ialah sistem penangkarannya secara khusus atau secara massal.



Penangkaran secara khusus dilakukan bila peternak menginginkan corak tertentu yang dikehendaki. Maka mengumpulkan beberapa pasangan patut dihindari. Penangkaran secara khusus tidak memerlukan sangkar yang besar cukup ukuran 40 x 40 x 60 untuk satu pasangan dan satu kotak pengeraman.


Untuk penangkaran secara masal memang lebih hemat tempat satu sangkar sanggup diisi beberapa pasangan termasuk kotak pengeraman. Hanya saja penangkaran ini kita lebih sulit untuk mengamati jenis atau corak khusus burung parkit yang kita inginkan. Termasuk juga dalam hal mengontrol kesehatan burung parkit. Karena itu ukuran atau besar sangkar harus memperhatikan populasi pasangan parkit yang akan ditempatkan.


Disamping menyediakan sangkar untuk penangkaran, sangkar untuk menampung parkit yang sudah lepas sapih juga harus disiapkan. Kandang ini juga berfungsi sebagai sangkar pembesaran plus penyeleksian bakalan burung parkit.

Makanan Burung Parkit

Makanan Burung Parkit


Daalam budidaya burung masakan yaitu hal yang paling penting, sebab setiap makkhuk hidup membutuhkan masakan dan minuman. Makanan pokok burung parkit yaitu biji-bijian kecil menyerupai jewawut, millet putih,millet merah,jagung muda,beras merah dan beberapa macam biji-bijian lainnya.

Burung parkit termasuk salah satu jenis burung yang tidak terlalu rewel makannya. Bila sudah terlalu lapar makan kayu sangkarpun akan digerus untuk melampiaskan rasa laparnya.


Bila kita sudah siap untuk parkit baik itu untuk klangenan, bisnis ataupun penelitian maka yang harus diperhatikan yaitu soal makanannya. Meskipun terbilang simpel urusan kualitas biji-bijian yang akan diberikan harus diperhatikan, biar kesehatan burung tetap terjaga sehingga akan tampak sekali pada penampilannya yang prima ditandai warna bulunya yang mengkilat, postur tubuhnya yang 'berotot' tidak kerempeng. Kaki dan paruhnya terlihat kekar.

Karena itu ada tip khusus disaat menentukan pakan burung kesayangan kita tersebut:

  • Pilih warna pakan menyerupai millet atau jewawut yang terlihat cerah dan betul-betul berisi. Itu mengambarkan bahwa pakan tersebut masih fresh. Ada kalanya di pedagang pakan yang menjual stok pakan lama. Mungkin sepi kali ya. Sehingga jika tidak teiti kita menerima pakan biji-bijian tersebut kurang berkualitas yaitu ditandai bobot biji-bijian tersebut ringan alias banyak kopong (kurang berisi).
  • Bila menentukan pakan kiloan dari pedagang pribadi ada baiknya pakan tersebut kita seleksi dengan cara direndam air sebentar sehingga biji-bijian yang kosong mengapung diatas sehingga sanggup kita saring dan buang. Biji-bijian yang baik akan tenggelam. Setelah perendaman segera kita saring dan jemur dengan panas matahari dengan tujuan biar pakan tersebut dalam keadaan kering dalam penyimpanan untuk menghindari jamur. Perlu diingat bahwa pakan yang berjamur sangat berbahaya bagi kesehatan burung parkit.
  • Cara lain yaitu sesudah kita rendam/cuci biji-bijian tersebut kita sangrai (digoreng tanpa minyak) sambil kita tambahkan sedikit garam mineral/dapur ataupun vitamin (supplemen tambahan).
  • Kalau kita menentukan pakan yang sudah jadi/bentuk kemasan tinggal kita berikan secara langsung.
Makanan pemanis berupa sayuran menyerupai tauge atau jagung muda sangat disukai parkit. Makanan tersebut sanggup kita berikan seminggu sekali untuk mengimbangi kecukupan gizi si centil warna-warni.

Satu lagi yang tidak kalah penting yaitu pinjaman grid atau kerikil mineral yang sanggup diambil dari kulit sotong ataupun tumbukan kerikil bata merah. Tujuan pinjaman grid ini biar memberi kebutuhan mineral untuk si parkit sekaligus membantu proses pencernaannya. Dalam istilah perburungan ngasin/asinan.
Burung Parkit

Burung Parkit


Shaw, seorang penulis buku Zoologi of New Holland memberi nama burung parkit ini dengan sebutan Melopsittacus undulates. Melopsittacus berasal dari bahasa yunani, melos yang artinya nyanyian dan psittacua yang merupakan sebutan bagi kerabat burung betet. Sedangkan undulus dari bahasa latin yang berarti bercorak.
Corak bergelombang inilah yang mungkin berkaitan dengan warna bulu burung mungil dan lucu ini yang bermacam-macam.
Pada tahun 1831 salah satu museum di London, Linne Society memamerkan pajangan burung parkit yang mati, tetapi tampak ibarat masih hidup di dalam salah satu ruangannya. Inilah yang risikonya mengundangberbagai kalangan, terutama para jago di bidang perburungan. Diantaranya ialah John Gould. Berawal dari sinilah sejarah parkit dibawa ke negeri Inggris.
Pada tahun 1850 perkembangan burung berparuh bengkok ini mulai sukses dibudidyakan dikebun hewan Antwerpens,Belgia. Karena kecantikan warna bulu burung eksotis ini beberapa negara eropa lainnya mulai ikutan mengimpor burung ini dalam jumlah yang besar. Akhirnya burung parkit sudah mulai dibudidayakan di mana-mana.
Warna kuning pada bulu burung parkit di hasilkan di Belgia pada tahun 1872 dan di Jerman pada tahun 1875 dengan warna yang sama. Berikutnya warna biru yang muncul pada tahun 1878. dan tahun 1917 warna putih menyusul sampai tahun 1940 puncak keragaman warna bulu burung parkit ini.
Penyebaran yang luas menjadikan burung parkit ini mengalami banyak sebutan. Orang belanda menyebutnya Undulated grass parkeet. Kalau orang perancis memanggil dengan sebutan Perche Ondule. Sedangkan bangsa Jerman memakai nama Wellensittichberdasarkan Checklist of bird of the world yang disusun oleh Peters tahun 1937 penjabaran burung ini data sebagai berikut :
  • Filum : Chordata
  • Anak filum : Vertebrata
  • Kelas : Aves
  • Bangsa : Psittaciformes
  • Suku : Psittacidae
  • Anak suku : Psittacinae
  • Marga : Melopsittacus
  • Jenis : Melopsittacus undulus
Burung parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat praktis menyesuaikan di dalam sangkar penangkaran. Biasa di alam bebas parkit berkembang biak pada bulan oktober – desember. Bila trend kawin sang jantan biasanya menyanyi dengan nada rayuan untuk memikat betinanya. Hingga pada dikala saling ada kecocokan maka perkawinan akan segera berlangsung.
Berat telur burung parkit berkisar 2,5 gram/butir dengan jumlah telur rata-rata 6 butir/pasangan parkit. Burung inipun dikenal sangat setia dengan pasangannya,bila si betina sedang aktif bertelur maka si jantan akan menunggu di luar sambil bersiul menghibur sekaligus akan mengusir apabila ada pengganggu mendekati sarangnya.
Anak burung parkit yang gres keluar dari cangkang telurnya berbobot rata-rata 2,35 gram dengan kondisi mata masih terpejam. Setelah umur sembilan hari barulah matanya terbuka.
Setelah umur 30 hari barulah anak burung parkit mulai siap meninggalkan sarangnya untuk berguru terbang. Namun meski sudah mulai terbang,sang induk biasanya masih menyuapinya sampai umur 40 hari. Setelah umur tersebut biasanya persiapan untuk perkawinan untuk generasi yang gres akan dilakukan.
Anak parkit mulai matang kelaminnya untuk melaksanakan perkawinan sesudah berumur 90 hari. Si jantan yang dewasa akan segera memikat betinanya dengan siulan mautnya untuk menjadi pasangan yang akan mengembangbiakan keturunannya.
Perawatan burung jenis ini relatif mudah. Kandang yang diharapkan tidak begitu besar meskipun untuk pengembangbiakan sekalipun. Ukuran 40 x 40 x 60 cm sudah cukup untuk memulai penangkaran. Sedangkan untuk pajangan keindahan ukuran sangkar umum sudah memadahi.
Tetapi sebab sifatnya yang suka berkoloni dan keragaman warna yang bervariasi ini maka tak salah jikalau kita menyiapkan ukuran sangkar yang agak besar. Disamping kita sanggup tempatkan beberapa pasang. Keindahan warni-warni parkit yang satu dengan yang lain akan sangat jelas.
Berikut ini tips pemeliharaan burung parkit ini :
  • Usahakan menentukan induk yang berbeda warna.
  • Perhatikan dalam membedakan Burung jantan dan betina
  • Pilih yang kelihatan sudah cocok dengan pasangannya sebab akan lebih praktis untuk ditangkarkan
  • Sesuaikan besarnya sangkar dengan jumlah pasangan semoga tidak terlalu padat sehingga berakibat kurang baik bagi kesehatan burung termasuk merusak dari segi menikmatinya. ‘Rumah pribadi’ yang umumnya terbuat dari kayu randu berbentuk kotak menjadi syarat bagi setiap pasangan parkit.
  • Persiapkan pula sangkar cadangan untuk hasil perkembangbiakan apabila pasangan burung sudah mulai produksi.
  • Jaga ketersedian pakan dan minum. Usahan dalam kondisi bersih
  • Buang masakan yang mulai kedaluwarsa sebab kelebihan dalam pinjaman pakan terutama sayuran ibarat tauge,jagung atau yang lainnya
  • Makanan utama burung ini ialah millet yang praktis didapatkan di kios-kios penjual masakan burung.
Karena relatif praktis makanannya dan cepat berkembangbiaknya satwa ini maka tidak hanya pelaku bisnis ternak burung tetapi juga banyak hobiis yang gandrung dengan burung ini terutama anak-anak. Untuk itu,bagaimana juga kebersihan pemiliknya sesudah melaksanakan perawatan burung anggun ini jangan lupa juga membersihkan tangan terutama pada anak-anak. Konon hampir semua jenis burung paruh bengkok berpotensi persoalan asma terlebih pada anak-anak. Tapi itu tidak pada semua belum dewasa tentunya.
Membedakan Burung Parkit Jantan Dan Betina

Membedakan Burung Parkit Jantan Dan Betina

Membedakan Burung Parkit Jantan dan Betina

Satu cara penunjang keberhasilan burung parkit yaitu ketelitian didalam membedakan jenis kelamin burung parkit (sexing). Kebiasaan saling loloh atau saling bertukar makanan yang seolah-olah percumbuan juga dilakukan parkit sesama jenis berkelamin jantan.

Jadi jangan dijadikan acuhan jikalau ada sepasang burung parkit yang 'kelihatan mesra' dipastikan sepasang kekasih. Nah disinilah perlu pengetahuan atau teknik membedakan jenis kelamin burung parkit secara sederhana.


Burung parkit jantan memiliki ciri yang sangat terang pada tonjolan hidungnya yang berwarna biru. Sedangkan sang betina cenderung berwarna putih semu. Yang jadi duduk perkara yaitu jikalau burung parkit tersebut masih tergolong sangat muda atau masih anakan, kadang warna biru pada hidung tidak begitu jelas. Tanda kebiruan pada hidung parkit jantan terlihat terang pada parkit dewasa. (lihat gambar parkit diatas: tampak terang warna biru pada bab hidungnya, kemudian bandingkan dengan gambar warna hidung parkit di bawahnya)
Tips Menentukan Dan Menjinakan Burung Parkit

Tips Menentukan Dan Menjinakan Burung Parkit


Sekilas burung parkit menyukai hidup berkoloni dan sangat gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan. Tetapi begitu kita pegang, terutama burung yang sangat jarang berada dekat dengan manusia, maka tak jarang berontak bahkan menggigit. Itu yaitu reaksi masuk akal dan alami. Namun sehabis kita mengetahui trik-trik menjinakkannya maka hal itu akan berbalik kondisinya. Si anggun paruh bengkok akan dekat dengan kita.



Yang perlu kita ketahui sebelumnya bahwa burung parkit tetaplah mempunyai naluri alaminya. Nah itulah yang harus kita fahami supaya sanggup memberlakukan burung parkit sebagaimana mestinya dan tidak semua burung mempunyai abjad yang sama sehingga kita harus jeli menentukan pilihan terlebih kalau kita membeli di pasar burung secara acak.

kebetulan saya membeli di pedagang burung dekat rumah. Di sangkar yang terdapat puluhan parkit dengan warna bermacam-macam serta jenis kelamin tidak dipisah antara jantan dan betina menjadi tantangan tersendiri. Nah supaya to the point berikut langkah-langkah mulai menentukan dan cara menjinakkan burung parkit sebelum dilatih dengan beberapa ketrampilan tertentu :


  • Tentukan warna burung parkit kesukaan kita.
  • Pilih kondisi burung yang sehat.
  • Tekstur bulu burung yang mempunyai ciri gampang dijinakkan mempunyai tektur yang lembut. Burung yang bulunya bertekstur bernafsu biasanya mempunyai perangai agak liar.
  • Pilih usianya yang agak muda, jangan terlalu tua. Ciri-ciri parkit yang renta sanggup dilihat dari tekstur atau sisik kaki yang terlihat sangat bernafsu dan gelap. Demikian juga paruhnya yang mulai terkikis (geripis) dan sangat gelap. Ciri parkit yang masih muda sisik kakinya lebih halus dan segar. Demikian dengan warna paruhnya lebih cerah.
  • Jika kita menentukan yang masih anakan. Bisa jadi point bagus.
  • Jenis kelamin jantan biasanya lebih gampang dijinakkan/dilatih.


  • Setelah membeli burung dari pedagang burung ataupun petshop burung segera dimandikan dengan memakai tangan. Usapkan air dengan perlahan dan penuh kasih sayang. Jangan perlakukan dengan kasar.
  • Apabila sudah berair kuyub usap pelan-pelan badan burung parkit dengan sentuhan lembut. kemudian coba taruh di jari telunjuk kita supaya bertengger.
  • Pada masalah tertentu ada burung yang pribadi bertengger hening sambil menata/menyulam bulu-bulunya supaya rapi dan cepat kering. Namun ada juga yang masih celingak-celinguk/bingung dan ingin pergi atau kabur dari tenggeran jari telunjuk kita. Untuk abjad burung yang menyerupai itu sebaiknya segera dimasukkan sangkar terlebih dahulu dan diulangi lagi untuk esok harinya.
  • Untuk burung parkit yang sudah sanggup hening di atas tenggeran jari telunjuk sanggup kita coba tawari masakan kesukaannya berupa milet putih/merah, biskuit, jewawut, tauge ataupun yang lainnya. Bila ia merespon menandakan burung itu sudah mulai jinak. tetapi kalau belum jangan putus asa. biarkan beberapa ketika supaya hening di atas tenggeran jari telunjuk. sehabis itu masukkan kandang.
  • Pada masa penjinakkan untuk burung-burung yang belum mau mengambil masakan dari tangan kita, kandangnya cukup kita beri air minum saja tanpa makanan. Dengan tujuan supaya rasa lapar si burung memberi keberanian untuk mengambil masakan dari tangan kita langsung. Biasanya butuh waktu 1 hari sehabis sedikit puasa burung parkit mulai 'terpaksa' mau mengambil makanan/biji milet pribadi dari tangan kita.
  • Sewaktu masih menjalani masa penjinakan burung harus makan dari tangan kita pribadi sehingga ia akan menyesuaikan atau menyesuaikan diri dengan kita secara cepat.
  • Sebelum burung betul-betul jinak maka jangan diberi makan pribadi dari tangan tanpa dalam kondisi basah/dimandikan sampai berair kuyub. Tujuan supaya burung tidak kabur atau terbang.
  • Bila dalam kondisi berair biasanya ia akan hening dan sibuk mengurusi bulu-bulunya yang awut-awutan alasannya air. Di ketika itu momen pas untuk melatih supaya ia mau makan santunan dari tangan kita langsung.
  • Bila sudah mau makan pribadi dalam kondisi berair biarkan sampai kering sambil kita suapi masakan kesukaannya.
  • Sesekali perintahkan burung supaya berpindah tenggeran dari jari telunjuk kita yang satu ketelunjuk kita yang lainnya. kalau ia mau melaksanakan beri suapan hadiah untuknya. begitu seterusnya. Dan jangan lupa setiap kali memberi suapan sebut namanya supaya terbiasa dengan perintah itu.
  • Lakukan berulang-ulang sampai si burung parkit betul-betul jinak.

Tanda-tanda parkit yang sudah mulai jinak dan siap dilatih

  • Mau bertengger hening di atas jari telunjuk atau tangan kita.
  • Mau makan pribadi biji-bijian dari santunan tangan kita.
  • Tidak gelisah dan ingin kabur.
  • merespon setiap panggilan namanya disebut....

Nah itulah sedikit trik menjinakan burung parkit. Bisa jadi trik yang saya lakukan akan berbeda dengan para pakar burung parkit lainnya. Untuk itu bagi yang berkelimpahan ilmunya mohon kesediaan membuatkan dengan penulis. Untuk pakar trik melatih burung di jakarta ada nama pak Rudi Pelung.


Yang terang burung parkit sebagai miniatur saudaranya yang lainnya menyerupai abang tua, nuri, betet yang mempunyai ukuran badan jauh lebih besar namun tidak kalah jinak dan pintarnya . Mudah-mudahan juga suatu ketika akan ada kontes kecerdasan burung kaya warna ini.

Dan lebih penting lagi supaya kita turut melestarikan burung mungil yang anggun ini supaya tidak punah seiring habitat alamnya yang sudah banyak di ambil alih oleh bangsa insan sendiri.
Cara Menjinakan Burung Parkit

Cara Menjinakan Burung Parkit


Nah yang ini cara gres lagi untuk jinakkan burung parkit si paruh bengkok selain trik sebelumnyaBerikut burung parkit:
  • Seperti biasa sebelum kita masukkan kandang sehabis membeli dari pedagang burung, parkit perlu kita mandikan terlebih dahulu. Tujuan pemandian ialah supaya burung bisa kelihatan fresh dan lebih damai serta gampang menyesuaikan diri dengan lingkungan baru.
  • Sambil menunggu burung mengeringkan tubuhnya di dalam sangkar, kita duduk bersahabat kandang tersebut sambil panggil namanya (wajib diberikan supaya terbiasa dengan kode-kode khusus nantinya bila kita latih)
  • Sesekali coba tangan kita masukkan ke dalam kandang sambil menyuapi masakan berupa biji milet atau jewawut kepada sang parkit. Jangan lupa sambil sebut namanya.
  • Bila reaksinya masih ketakutan dengan cara menjauhi tangan kita sebaiknya kita hentikan dulu untuk kita coba esok harinya.
  • Program diet perlu dilakukan untuk memancing nafsu makannya bisa mengalahkan rasa takut si parkit tersebut dengan cara memberi makan sedikit saja dan minum secukupnya.
  • Setelah itu keesokan hari dicoba lagi cara diatas sampai si burung parkit benar-benar mau mengambil masakan eksklusif dari tangan kita.
  • Begitu ada gejala respon yang baik maka kita coba dengan mengiming-imingi masakan di lisan pintu sangkar. Apabila burung tersebut mau mengejar itu berarti tanda awal yang bagus. Jangan lupa panggil namanya.
  • Kalau sudah damai perangainya tidak celingak-celinguk ingin kabur berarti burung tersebut sudah mulai jinak.
Yang perlu diperhatikan disaat kita menjinakkan burung parkit ialah perlakuan yang lembut atau tidak kasar. Memang butuh ketelatenan untuk itu. Umumnya dua hari burung sudah mulai jinak.

Kalau burung masih kelihatan gugup bila kita dekati maka perlu kita mandikan supaya fresh dan lebih tenang. Untuk beberapa burung mempunyai tingkat agresifitas berbeda. Kalau pengalaman pertama saya tampaknya mulus dalam satu hari bisa menciptakan burung menjadi jinak. Namun ketika mencoba burung gres dilain waktu butuh waktu sampai 3-4 hari supaya bisa jinak.

Yang perlu diingat bahwa tidak serta merta burung yang sudah jinak akan 'patuh' kepada kita terus. Perlu waktu yang cukup antara kita dan si-dia ada saling pengertian satu sama lainnya.