Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ikan. Tampilkan semua postingan
Cara Budidaya Lele Dumbo Pada Bak Terpal

Cara Budidaya Lele Dumbo Pada Bak Terpal



Cara Budidaya Lele Dumbo Pada Kolam Terpal - Memelihara lele dumbo di kolam tanah atau kolam beton mungkin sudah banyak dilakukan orang. Namun, bagaimana lika memelihara lele dumbo di kolam terpal? Ya, kolam terpal. Sebuah penemuan gres pembudidayaan ikan secara intensif ini juga sanggup diaplikasikan untuk memelihara lele dumbo. Anda tidak perlu menggali atau menembok tanah untuk menciptakan kolam, tetapi cukup dengan menciptakan kerangka darj kayu, kemudian menutupnya dengan plastik atau terpal, kesudahannya kolam sudah sanggup digunakan.
Selain itu, lele yang berasal darj kolam terpal terbukti tidak berbau lumpur. Hal ini yang menimbulkan lele darj kolam terpal lebih disukai pedagang maupun konsumen. Anda ragu-ragu atau mungkin tidak percaya, silakan baca buku ini dan buktikan. Buku ini ditulis oleh tiga orang pakar ikan konsumsi. Di dalamnya berisi perihal aneka tip dan kiat-kiat memelihara lele dumbo di kolam terpal, darj pembuatan kolam, perawatan, sumbangan pakan, hingga panen dan pemasaran.
Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang  mempunyai jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangkuriang dan lain-lain. Pada kesempatan ini akan dibahas Budidaya lele dumbo pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele dumbo relatif lebih gampang dan sederhana bila dibandingkan dengan kebijaksanaan daya guramih. Pada dasarnya metode Budi Daya ini ialah solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan yang sempit,  modal yang tidak terlalu besar dan solusi untuk tempat yang minim air. Lele Dumbo merupakan ikan yang mempunyai beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.



Aneka masakan dari lele sanggup diperoleh dengan mudah, rasa daging yang enak dan gurih menciptakan bisnis kebijaksanaan daya lele menjadi peluang perjuangan yang cukup menjanjikan keuntungan. Selain itu Lele dumbo lebih gampang dipelihara dan cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air yang “buruk” Lele dumbo sanggup bertahan hidup dan berkembang dengan baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dumbo dengan terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budi Daya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal perjuangan yang besar. Analisis kebijaksanaan daya Lele Dumbo dapa dilakukan dalam aneka macam model untuk konsumsi dan pembibitan.

Model Budi Daya Lele Dumbo

Peluang perjuangan Budi daya lele dumbo dengan kolam terpal sanggup dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan seruan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budi Daya Ikan Lele Dumbo Konsumsi merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo hingga ukuran dan bobot tertentu. Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo hingga 1 kg per ekor. Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /ekor  ke atas biasanya digunakan pada kolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.

Cara Budidaya Lele Dumbo Pada Kolam Terpa Cara Budidaya Lele Dumbo Pada Kolam Terpal
Salah Satu Model Kolam Terpal Lele Dumbo


Budi Daya Lele Dumbo Untuk Pembibitan

Peluang Usaha Budi Daya Lele dumbo Untuk tujuan pembibitan sanggup dilakukan antara lain:
- Pemijahan dan penetasan telur lele dumbo, sehabis menetas sanggup dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihara lagi hingga besar. Karena bibit lele dumbo gres menetas sudah sanggup dijual, sehingga merupakan peluang perjuangan bagi yang menentukan menekuni bidang ini. Jika lahan yang tersedia sempit solusi ini sanggup menjadi alternatif. Modal untuk perjuangan ini hanya tempat dan indukan lele dumbo. Bibit Lele dumbo gres menetas biasanya dihargai menurut asumsi jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan menurut bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo.
- Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan sehabis menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap sanggup dilakukan tetapi tidak sanggup dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang perjuangan tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak  atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan kuliner aksesori berupa pelet buatan pabrik.
- Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak hingga ukuran layak konsumsi.

Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi

Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat sanggup dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan sumbangan kuliner yang ekstra dan optimal. Peluang perjuangan kebijaksanaan daya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih gampang sebab ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapat ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 hingga 4 bulan.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Persiapan untuk kebijaksanaan daya lele dumbo dengan kolam terpal mencakup persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan diadaptasi dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara. Untuk Pembesaran hingga tingkat konsumsi sanggup digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang sanggup diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam sanggup dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan menciptakan rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih menciptakan terpal tahan lebih lama.

Pemeliharaan Lele Dumbo

Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm sanggup diisi air 40 cm terlebih dahulu, semoga ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam proteksi untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang bahagia bersembunyi di tempat yang tertutup.
Pemberian pakan dilakukan dengan sumbangan pelet sehari dua kali, lebih manis lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami menyerupai Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, sanggup diberikan kuliner alami tersebut. Makanan alami selain sanggup menghemat pengeluaran juga mempunyai kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang sanggup digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.
Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang jelek ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, semoga kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele gampang menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau bila diharapkan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang mempunyai ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga bila tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan bila ada ikan yang terindikasi terjangkit penyakit semoga tidak menular. 



Analisa Usaha Budidaya Lele
A. Biaya Investasi
1. 3 buah terpal ukuran 2 x 3: @Rp. 150.000,-     = Rp.  450.000,-
2. Selang 15 meter @Rp.2.500,-                          = Rp.   37.500,-
3. Ember karet 2 buah @Rp.10.000,-                  = Rp.   20.000,-
4. Gayung 1 buah @Rp. 5000,-                           = Rp.    5.000,-
5. Lamit 1 buah @Rp.15.000,-                            = Rp.   15.000,-
Jumlah = Rp.  527.500,-
B. Biaya Produksi
1. Bibit lele 5000 ekor @Rp.300,-                 = Rp.1.500.000,-
2. Pakan selama 3 bulan                                 = Rp.  337.000,-
3. Obat-obatan selama 3 bulan                       = Rp.   50.000,-
4. Tenaga Kerja                                             = Rp.  900.000,-
6. Biaya Penyusutan/ periode Rp.527.500 : 10      = Rp.   52.750,-
5. Biaya lain-lain                                                   = Rp.  100.000,-
Jumlah   = Rp.2.939.750,-
Perkiraan Hasil Panen :
70% x 5000 : 7 = 500 kg x Rp. 7000,                  = Rp. 3.500.000,-
Pendapatan =  Rp. 3.500.000 – 2.939.75            = Rp.   560.250,-
BEP =  Rp. 2.939.750 : 500 =  Rp.  5879.5
Nah, itu analisa perjuangan secara umum dengan perhitungan 5000 bibit lele yang di tanam.
Budidaya Ikan

Budidaya Ikan

Ikan merupakan masakan yang banyak digemari. Tingginya undangan akan ikan di indonesia, dan kurangnya pasokan akan ikan. maka Budidaya Ikan yakni prospek yang cukup cantik untuk dilakukan. disamping iyu banyak pilihan akan Budidaya ikan. kita sanggup menentukan Budidaya ikan apa yang cocok untuk kita budidayakan. Tidak hanya ikan untuk konsumsi saja yang prospek budidayanya cantik tetapi ikan hias tak kalah untuk dibudidayakan, selain undangan tinggi, harga ikan hias juga cukup tinggi, bahkan harganya sanggup mencapai jutaan. banyak pilihan ikan apa yang akan kita budidayakan.

Jenis - jenis Ikan Hias :
Budidaya Ikan Arwana
Ikan arwana sudah cukup terkenal di Indonesia, ikan arwana dibudidayakan alasannya yakni indahnya ikan hias ini yang banyak menciptakan orang tergila-gila. disamping keindahannya Budidaya Ikan Arwana banyak orang yang konon katanya ikan ini mendatangkan Hoki bila kita memilikinya.
Budidaya Ikan Cupang
Untuk membudiayakan atau membuatkan ikan cupang hias tidaklah memerlukan lahan yang luas, cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan memakai wadah bekas ataupun kolam kolam semen atau akuarium. Ikan ini relatif gampang dipelihara dan dibudidayakan, alasannya yakni tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya dipakai pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang sanggup ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang dipakai pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk). Untuk pertumbuhan anak ikan sanggup diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.
Dll

Jenis - Jenis Ikan Konsumsi :
Budidaya Udang
Budidaya udang windu di Indonesia dimulai pada awal tahun 1980-an, dan mencapai puncak produksi pada tahun 1985-1995. Sehingga pada kurun waktu tersebut udang windu merupakan penghasil devisa terbesar pada produk perikanan. Budidaya Udang berprospek cantik alasannya yakni semakin banyaknya undangan akan rumah makan yang banyak menentukan Udang sebagai sajian utama.
Budidaya Ikan Bawal
Usaha Budidaya Ikan Bawal dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukurankonsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal sanggup dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secaramonokultur maupun polikultur. Budidaya Ikan Bawal air tawar dikala ini banyak diminati sebagaiikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Indonesia. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : 
Pertumbuhannya cukup cepat , 

Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yangcondong lebih banyak makan dedaunan. 

Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. 

Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir ibarat dagingikan Gurami.

Budidaya Ikan Patin

Ikan patin merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung berwarna kebiru-biruan. Ikan patin dikenal sebagai komoditi yang berprospek cerah, alasannya yakni mempunyai harga jual yang tinggi. Hal inilah yang mengakibatkan ikan patin menerima perhatian dan diminati oleh para pengusaha untuk membudidayakannya. Ikan ini cukup responsif terhadap pertolongan masakan tambahan. Pada pembudidayaan, dalam usia enam bulan ikan patin sanggup mencapai panjang 35-40 cm. Sebagai keluarga Pangasidae, ikan ini tidak membutuhkan perairan yang mengalir untuk “membongsorkan“ tubuhnya. Pada perairan yang tidak mengalir dengan kandungan oksigen rendahpun sudah memenuhi syarat untuk membesarkan ikan ini.

Budidaya Ikan Gurame

Gurame merupakan ikan yang mempunyai pertumbuhan agak lambat namun harganya relatif meningkat setiap saat. Jenis ikan ini cocok di Budidayakan di kawasan mana saja alasannya yakni tidak memerlukan air yang mengalir. Ikan gurame meskipun harganya cukup mahal tetapi ikan ini mempunyai rasa yang sangat lezat, maka tak sedikit orang yang mengidolakan ikan gurame ini. Hal ini menciptakan prospek yang baik untuk kita para peternak ikan gurame ini.

Budidaya Ikan Nila

Ikan Nila merupakan jenis ikan konsumsi air tawar, berbadan memanjang pipih kesamping dan lunak. Ikan mas sudah dipelihara semenjak tahun 475 sebelum masehi di Cina. Di Indonesia ikan mas mulai dipelihara sekitar tahun 1920. Ikan mas yang terdapat di Indonesia merupakan merupakan ikan mas yang dibawa dari Cina, Eropa, Taiwan dan Jepang. Ikan mas Punten dan Majalaya merupakan hasil seleksi di Indonesia. Sampai dikala ini sudah terdapat 10 ikan mas yang sanggup diidentifikasi menurut karakteristik morfologisnya.

Budidaya Ikan Lele

Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan sanggup disajikan dalam banyak sekali macam sajian masakan. Budidaya Ikan Lele pun juga tergolong mudah. tetapi Budidaya lele berbeda dengan budidaya ikan yang laen. ikan lele memerlukan pasokan masakan yang cukup, jangan hingga pakan ikan lele jangan hingga terlambat, alasannya yakni akan sangat mempengaruhi berat lele. bila pakan terlambat maka berat lele akan sangat terlihat menurun yang mengakibatkan kerugian pada kita. 

Budidaya Ikan Air Tawar

Budidaya Ikan Air Tawar


Budidaya ikan air tawar merupakan perjuangan yang menjanjikan keuntungan. Salah satu tempat budidaya ikan air tawar ialah di Waduk Cirata, Cianjur, Jawa Barat. Budidaya ikan air tawar di tempat ini dilakukan mulai dari pembibitan hingga pembesaran ikan.

Salah seorang yang menekuni perjuangan budidaya ikan air tawar ialah Edi Mulyadi. Dia melaksanakan pembibitan di bak darat, hingga pembesaran ikan di keramba terapung.
Untuk mencapai lokasi budidaya ikan air tawar milik Edi sanggup mengambil arah ke Cianjur, kemudian menuju ke tempat Pantai Meleber, Cirata.
Keberhasilan perjuangan perikanan air tawar ditentukan oleh faktor lingkungan. Tanah liat atau  lempung sangat baik untuk pembuatan kolam. Demikian pula untuk tanah beranjangan atau  terapan dengan kandungan liatnya 30 persen.

Kedua jenis tanah tersebut sanggup menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Faktor  lingkungan sanggup kuat terhadap cita rasa ikan, contohnya bacin tanah atau lumpur.

Hal lain yang sangat penting diperhatikan dalam kecerdikan daya ikan air tawar ialah mutu air.  Sumber air sanggup berasal dari air sungai, hujan, atau tanah. Mutu air yang dibutuhkan untuk  kecerdikan daya ikan air tawar haruslah memenuhi beberapa persyaratan berikut: oksigen terlarut  sekitar 5-6 ppm, karbondioksida terlarut kurang dari 25 ppm, pH antara 6,7-8,6, suhu 25- 30oC dengan perbedaan suhu antara siang dan malam tidak lebih dari 5oC, serta tidak  terkontaminasi materi kimia beracun, minyak, atau limbah pabrik.

Air yang terlalu keruh tidak baik untuk kehidupan ikan alasannya ialah endapan lumpurnya terlalu  tebal dan pekat, sehingga sanggup mengganggu penglihatan ikan dalam air dan menyebabkan  nafsu makannya berkurang. Semakin banyak dan bermacam-macam biota air yang terdapat di dalam  perairan, semakin tinggi tingkat kesuburannya.

Budi daya ikan air tawar lebih gampang dibandingkan dengan ikan air laut. Sebagai contoh  kecerdikan daya ikan mas sangat gampang sekali dilakukan alasannya ialah toleransi terhadap lingkungan  sangat tinggi. Meski demikian, dalam kenyataannya perkembangan ketersediaan dan  konsumsi ikan air maritim lebih besar daripada ikan air tawar.

Kendala utama kecerdikan daya ikan air tawar ialah dibutuhkan waktu dan biaya yang cukup  tinggi. Komponen biaya meliputi: persiapan kolam, pemilihan induk, pemijahan, penetasan,  dan pendederan. Biaya lain yang dianggap cukup tinggi ialah untuk pakan dan  pemeliharaan terhadap hama dan penyakit ikan. 

Kolam pembibitan ini ada yang diperuntukkan untuk ikan mas, Budidaya Ikan Nila dan ikan gurame, mulai dari berbentuk larva hingga menjadi anakan ikan,
Di tempat ini anak ikan dipelihara selama setengah bulan, hingga berukuran tiga centimeter. Kemudian anak ikan yang berkualitas manis dipindahkan ke keramba terapung di Waduk Cirata.
Untuk menuju keramba terapung di Waduk Cirata harus memakai perahu. Lama perjalanan sekitar sepuluh menit. Barulah hingga ke keramba terapung milik Edi.
Di keramba terapung ini, Edi mempunyai 25 bak pembesaran ikan air tawar yang dijaga dua orang karyawannya. Ikan air tawar yang dibesarkan disini ikan nila, ikan mas, dan ikan gurame. Ikan nila sanggup dipanen dalam waktu tiga hingga empat bulan.
Biaya terbesar mengelola keramba terapung ialah penyediaan pakan ikan. Untuk makanan ikan, Edi menghabiskan 4 kwintal pelet dalam sehari.
Membesarkan ikan nila dan ikan mas menjanjikan laba yang lebih besar dibandingkan ikan air tawar lainnya. Karena itu, ikan nila dan ikan mas menjadi primadona. Di pasaran, harga ikan nila merah sekitar Rp 9 ribu per kilogram.
Namun apakah budidaya ikan air tawar ini sanggup menawarkan donasi bagi sektor perikanan? Atau mungkinkah subsektor perikanan, khususnya budidaya ikan air tawar akan terus eksis di negeri serumpun sebalai ini? Beberapa pertanyaan ibarat tersebut di atas mungkin akan timbul di benak kita. Jawabannya sanggup kita lihat sendiri, bahwa pemerintah daerah telah memulai untuk itu dan diharapkan masyarakat mau memulai budidaya ikan air tawar sanggup semakin marak seiring dengan memanfaatkan kolong-kolong eks penambangan timah yang tidak terpakai lagi. Walaupun hanya sebagian kecil masyarakat kita telah memulai menyebarkan budidaya ikan air tawar tersebut. Timbul pertanyaan mengapa budidaya ini hanya dilakukan oleh sebagian kecil dari masyarakat kita? Pasti ada duduk kasus atau kendala-kendala yang menjadi penyebabnya sehingga untuk budidaya ini jumlahnya sangat sedikit sekali. 
Namun memelihara ikan di keramba terapung ibarat ini bukannya tanpa resiko. Resiko terbesar ikan mati alasannya ialah terkena virus. Sejak tahun 2003 kemudian virus menyerang ikan peliharaan disini. Edi yang telah menekuni perjuangan ini semenjak tahun 1996 kemudian juga terkena imbasnya. Dia sempat mempunyai 60 bak di tempat ini, namun sekarang menyusut hingga tinggal 25 bak saja.
Ikan air tawar yang dibesarkan di keramba terapung di Cirata ini dipasarkan ke Jjakarta, Jawa Barat dan Banten. diperkirakan sekitar 70 persen kebutuhan ikan air tawar di tempat Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi dipasok dari tempat ini.
Ikan nila dipasarkan dalam keadaan mati dan dibekukan dengan memakai es balok. Sedangkan ikan mas dipasarkan dalam keadaan hidup dengan dimasukkan kedalam kantong plastik yang diberi oksigen.
Kolam ikan terapung yang dikelola Edi dalam sebulannya sanggup menghasilkan satu ton ikan nila, satu ton ikan mas dan setengah ton ikan gurame.
Budidaya Ikan Arwana

Budidaya Ikan Arwana


Ikan Arwana merupakan ikan yang berasal dari tempat subtropics dan tropis, sehingga Ikan Arwana banyak di temukan di Indonesia,MalaysiaVietnamBirmaThailand. Habitatnya yakni sungai - sungai besar dengan arus yang cukup deras. Arwana yang ditangkap liar sekaran sudah sangat jarang sekali. Jumlah Budidaya Ikan Arwarna yang menurun drastic, apalagi ditunjang dengan banyaknya polusi air mirip sekarang. Arwana yang beredar kini dipastikan merupakan hasil dari pembibitan Budidaya Arwana &Budidaya Ikan Arwana yang dilakukan para pengusaha pembibitan yang sudah teruji mutu dan kualitas gennya. Untuk anda para hobbiis Ikan Arwana anda harus lebih berhati- hati dalam pemeliharaan.
Arwana merupakan ikan perenang atas (surface feeder), ditunjukkan oleh betuk mulut. Di alam mereka berenang di bersahabat permukaan untuk berburu mangsa. Arwana sanggup mendapatkan segala jenis pakan untuk ikan karnivora, tetapi seringkali mereka jadi sangat menyukai salah satu jenis pakan saja, dan menolak jenis lainnya. Sebagai ikan peloncat, arwana di alam sanggup menangkap serangga yang hinggap di ranting ketinggian 1-2 meter dari permukaan air. Maka pemeliharaan dalam akuarium harus ditutup dengan baik.
Arwana merupakan ikan tangguh yang sanggup hidup hingga setengah abad. Permintaan yang tinggi dengan ketersediaan alam yang terbatas menimbulkan eksploitasi di alam dibatasi. CITES (Convention of International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna) menetapkan bahwa ikan Arwana Asia sebagai ikan yang menerima proteksi tertinggi. Berbagai jenis Arwana Asia antara lain:
Dalam Budidaya Ikan banyak hal - hal yang sering dilupakan. dibawah ini cara pemeliharaan ikan arwana.

Parameter Air.
pH. Arwana sanggup hidup pada selang pH cukup lebar. Namun disarankan supaya mereka dipelihara sesuai dengan kondisi aslinya di alam yaitu pada selang pH netral hingga agak masam (pH 6.0 -7.0).
Kesadahan. Arwana berasal dari perairan dengan kesadahan rendah, oleh alasannya yakni itu direkomendasikan untuk memeliharanya pada selang kesadahan ini (GH 8°). Arwana silver sanggup hidup pada kisaran GH 4-10.
Temperatur. Arwana direkomendasikan untuk diperlihara pada selang suhu 26 – 30 °C. Seperti halnya jenis ikan yang lain, hindari terjadinya perubahan suhu mendadak. Perubahan suhu mendadak sanggup menimbulkan shock pada ikan yang bersangkutan, dan sanggup memicu banyak sekali masalah. Suhu terlalu tinggi untuk jangka waktu usang diketahui sanggup menimbulkan tutup insang menggulung, hal ini tentu akan sangat menggangggu keindahan ikan tersebut.
Pencahayaan. Sebaiknya di area terperinci tanpa sinar matahari secara langsung.
Arwana bukan termasuk ikan yang sulit dipelihara, hanya perlu beberapa dikala setiap hari atau beberapa jam setiap ahad untuk merawat dan mencek kondisi ikan dan lingkungannya. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara arwana :

Wadah

1. Kolam

Pemeliharaan induk arwana sebaiknya dilakukan di kolam. tanah. Lokasi untuk      kolam perlu mempetimbangkan :


  • Tanah
    Jenis Tanah yang baik yakni tanah Nat berlempung yang sanggup menahan air dan mendukung pertumbuhan pakan alami.

  • Topografi
    Perbedaan derajat kemiringan antara akses pemasukan dan pengeluaran maksimal 1%.

  • Air
    Suplai air yang memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang dibutuhkan.
     

  • Kolam yang ideal berbentuk persegi panjang dengan ukuran minimal 10x10m2. Persiapan kolam sebelum tanam yaitu :
  • Pengeringan kolam hingga dasar retak-retak

  • Pembalikan dasar kolam, perbaikan pematang
  • Pengapuran dengan takaran 50-100 gram/m2

  • Perngisian air setinggi 100 cm



  • Hujan deras sanggup menimbulkan perubahan mendadak kualitas air. Untuk mencegah simpulan hidup ikan, ganti air (setelah hujan berhenti) minimal 30% dari total volume air.

    2. Akuarium
    Sebagai Budidaya ikan patin hias, arwana sanggup dipelihara dalam akuarium. Secara umum, semakin besar ukuran akuarium akan semakin baik, alasannya yakni arwana memerlukan ruang gerak yang cukup luas. Ukuran akuarium minimal 3 kali dari panjang ikan dengan lebar 1. 5 kali panjang ikan. Akuarium ditempatkan di area yang jauh dari gangguan, untuk menghindari stress pada ikan. Tutup akuarium dengan tutup yang rapat dan berpengaruh alasannya yakni arwana sanggup melompat atau mendorong tutup ke luar akuarium.
    Setelah arwana berumur 4 bulan, pemeliharaan mulai dilakukan secara terpisah pada akuarium ukuran 75 x 45 x 45 cm untuk menghindari perkelahian antar ikan. Pemeliharaan 2-3 ekor arwana dalam satu akuarium perlu dihindari, mengingat sifat bergairah akan menimbulkan perkelahian. Namun diperbolehkan pemeliharaan 6 ekor sekaligus, alasannya yakni sifat bergairah arwana menjadi sangat berkurang.
    Untuk merangsang keluarnya warna yang anggun dan pembentukan kromatofora, perlu diberikan pencahayaan buatan minimal 10-12 jam per hari. Hindari penyalaan lampu secara mendadak, yang sanggup menimbulkan panik, sehingga ikan menabrak beling atau benda lainnya dalam akuarium dan ikan menjadi terluka. Manipulasi pencahayaan sering sanggup menimbulkan pantulan warna ikan dengan lebih baik. Letakkan lampu di penggalan depan akuarium, dan set sudut reflektor sedemikan rupa sehingga sanggup memperlihatkan pantulan yang optimal. Banyak pilihan lampu dijual dipasaran dengan spektrum bervariasi, lampu berspektrum penuh akan secara alamiah memantulkan wama-warna alami dari ikan.
    Pada waktu 6-7 bulan sehabis ikan sanggup berenang bebas, ukuran mencapai 20-25 cm dan sanggup dipasarkan.
    Perawatan Akuariurn
    Sebagai karnivora, arwana akan memproduksi kotoran dalam jumlah relatif banyak dengan kandungan unsur nitrogen tinggi. Oleh alasannya yakni itu, kadar amonia, nitrit, dan nitrat dalam akuarium arwana sering kali menjadi masalah.
    Penggantian air dilakukan untuk memperbaiki kualitas air yang telah menurun akhir banyaknya kotoran ikan. Oleh alasannya yakni itu dalam penggantian air yang memakai sistem siphon (menggunakan selang air) sekaligus untuk mengeluarkan sisa-sisa kotoran ikan dan juga kotoran yang menempel pada kaca. Penggantian air cukup dilakukan 2 atau 4 ahad sekali dan tidak perlu seluruh air diganti tetapi cukup sejumlah 30-50 % dari total air. Perlu diperhatikan bahwa suhu dan pH air pengganti harus relatif sama dengan air akuarium. Hindari terjadinya fluktuasi kualitas air dikala melaksanakan penggantian air.
    Bersamaan dengan penggantian air dilakukan juga pencucian media filter mekanik yang digunakan.
    Pakan hidup merupakan jenis pakan utama bagi arwana yang termasuk karnivora. Pakan yang diberikan hendaknya bervariasi untuk menekan resiko kekurangan gizi tertentu.
    Beberapa jenis pakan yang sering diberikan pada arwana yakni ikan hidup, udang hidup, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga (jangkrik, kecoa, kelabang), cacing/ulat (cacing sutera, cacing tanah, cacing darah, ulat hongkong) dan kodok.
    Penggunaan pakan hidup perlu didahului dengan tindakan karantina yang memadai untuk menghindari masuknya bibit penyakit. Terutama pakan hidup yang berasal atau hidup dalam air, mirip udang, ikan, atau kodok. Hindari memperlihatkan serangga atau kodok mati, kecuali anda yakin betul tidak berasal dari area terkontaminasi insektisida.
    Sebelum memperlihatkan pakan hidup, bagian-bagian tubuh pakan yang diperkirakan sanggup melukai lisan ikan dibuang terlebih dahulu. Seperti kaki belakang kecoa dan jangkrik, atau rostrum (duri pada kepala) udang. Dapat juga pakan hidup tersebut dilemahkan sebelum diberikan pada ikan, supaya tidak terjadi “kejar-mengejar” hiperbola dalam ruang akuarium yang sempit. Arwana  yang mengalami kelebihan pakan dalam jangka lama, akan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu.
    Pakan buatan merupakan hasil ramuan dengan komposisi yang mencukupi kebutuhan gizi bagi pertumbuhan arwana dengan cara melatih dan membiasakan supaya arwana mau memakannya.

    Teknik Pemisahan Skala Kecil di Kolam Semen

    1. Pemeliharaan Induk
    Induk dipelihara dalam kolam berukuran 5 x 5 m dengan kedalaman air 0,5-0,75 m. Kolam ditutup plastik setinggi 0,75 m untuk mencegah lompatan ikan.
    Ruangan pemijahan dibangun di pojok perkolaman dan ditambah dengan beberapa kayu gelondongan untuk memperlihatkan kesan alami. Batu dan batu dihindari alasannya yakni sanggup melukai ikan atau sanggup tercampur pakan secara tidak sengaja.
    Kolam pembesaran dibangun di area damai dan ditutup sebagian, dan dijauhkan dari sinar matahari langsung. Induk dipelihara dalam kolam pembesaran hingga mencapai matang gonad.
    Pengelolaan Kualitas Air
    Kualitas air dijaga supaya mendekati lingkungan alami arwana yaitu pH 6,8-7,5 dan suhu 27-29 C. Penggantian air dilakukan sebanyak 30-34% dari total volume dengan air deklorinisasi.
    Pemberian Pakan
    Keseimbangan gizi sangat penting bagi kematangan gonad dan pemijahan. Induk diberikan pakan bervariasi yang mengandung kadar protein tinggi. Pakan diberikan setiap hari dalam bentuk ikan/udang hidup atau runcah, dan ditambah pelet dengan kadar protein 32 %. Jumlah dukungan pakan per hari yakni 2 % dari bobot total tubuh.
    Kematangan gonad
    Matang gonad terjadi pada umur 4 tahun dengan panjang tubuh 45-60cm.
    Pemijahan terjadi sepanjang tahun, dan mencapai puncaknya antara bulan Juli dan Desember. Induk jantan di alam akan menjaga telur yang sudah dibuahi dalam mulutnya hingga 2 bulan ketika larva mulai sanggup berenang.
    Arwana betina memiliki ovarium tunggal yang mengandung 20-30 ova besar dengan diameter rata-rata 1,9 cm dengan kematangan berbeda-beda. Induk jantan bakir balig cukup akal juga memiliki sebuah organ vital mirip testis.
    Pembedaan Kelamin
    Juvenil sulit dibedakan jenis kelaminnya. Perbedaan akan muncul sehabis ikan berukur 3-4 tahun.
    Pembedaan jenis kelamin diketahui melalui bentuk tubuh dan lebar mulut. Arwana jantan memiliki tubuh lebih langsing dan sempit, lisan lebih besar dan warna lebih mencolok daripada betina. Mulut yang melebar dengan rongga besar dipakai untuk tujuan inkubasi telur. Perbedaan lain yakni ukuran kepala jantan relatif lebih besar, sifat lebih bergairah termasuk dalam perebutan makanan.
    Kebiasaan Pemijahan
    Tingkah laris arwana sangat unik selama masa pengenalan lain jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa ahad atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini sanggup diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air. Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk bulat (hidung menghadap ke ekor pasangan).
    Sekitar 1-2 ahad sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh seling menempel. Terjadilah pelepasan sejumlah telur berwarna jingga kemerahan, Jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telurdi mulitnya untuk diinkubasi hingga larva sanggup berenang dan bertahan sendiri. Diameter telur 8-10 mm dan kaya akan kuning telur dan menetas sekitar seminggu sehabis pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam lisan jantan hingga 7-8 ahad hingga kuning telur diserap total. Larva lepas  dari lisan dan menjadi berdikari sehabis ukuran tubuh 45-50 mm.

    2. Panen Larva
    Inkubasi telur secara normal yakni membutuhkan 8 minggu. Untuk memperpendek waktu, telur yang sudah dibuahi sanggup dikeluarkan dari lisan pejantan 1 bulan sehabis pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati-hati dengan jaring halus kemudian diselimuti dengan handuk katun yang berair untuk menghindari ikan memberontak dan terluka.
    Untuk melepaskan larva dari lisan induk jantan, tarik perlahan penggalan bawah lisan dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva yang sanggup mencapai 25-30 ekor.
    Teknik Pembenihan
    Setelah dikeluarkan dari lisan pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45x45x90 cm. Temperatur air 27-29 °C memakai pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/ I) memakai aerator bukaan kecil.
    Untuk mencegah abses akhir penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat hingga tahap ikan sanggup berenang yakni 90-100 %.
    Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa ahad pertama selama kuning telur belum habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas sedikit demi sedikit ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada ahad ke delapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan untuk mencegah larva saling Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva sanggup berenang bebas.
    Pemeliharaan Larva
    Tambahan pakan hidup yang sanggup diberikan mirip cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan lisan arwana.
    Larva yang telah mencapai panjang 10-12 cm sanggup diberikan pakan mirip udang air tawar kecil atau runcah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.

    Teknik Transportasi
    Arwana jikalau gelisah simpel sekali melaksanakan “jumping” atau menabrak-nabrak. Bila satu saja sisiknya terlepas akan terlihat kurang indah. Juga sanggup menimbulkan sirip robek dan patah.
    Tubuh yang rusak sanggup mengalami regenerasi, namun mungkin pula menjadi cacatdan mengurangi keindahan penampilan, apalagi ada hal-hal yg sanggup memperparah luka-lukanya (misalnya infeksi, pertumbuhan bekas luka yg lambat/delay). Untuk itu arwana perlu dilumpuhkan supaya tidak sanggup berontak dalam proses pemindahan antar akuarium maupun transportasi jarak jauh. Dosis pembiusan diatur sedemikian rupa bergantung keperluan. Untuk transportasi jarak jauh, arwana dilumpuhkan gara tidak sanggup berontak namun tidak hingga terbalik dan masih sanggup berenang. Pemindahan antar arwana akuarium memakai takaran ringan, yang penting arwana tidak sanggup berontak.

    Persiapan Pre-anestesi :

  • Puasakan arwana selama 1-2 hari.

  • Lama puasa bergantung ukuran tubuh, jenis dan kebiasaan arwana buang kotoran (lancar atau tidak). Semakin besar ukuran arwana maka semakin usang waktu puasa, untuk menghindari arwana muntah atau mengeluarkan kotoran.Untuk arwana berukuran kecil (

  • Siapkan air tampungan yang sudah teraerasi minimal 24 jam.

  • Kondisi arwana tidak mengalami gangguan pernapasan, tidak ditemukan kelainan pada tutup insang.

  • Alat dan materi :
    • Plastik dengan lebar sepanjang tubuh arwana.
    • Wadah kolam untuk tempat kantong plastik yang berisi arwana
    • Air segar, air yang telah diaerasi yg mencukupi minimal 24 jam. Hindari bahan-bahan kimia lain yang terlarut.
    • Bahan : Aquadine” cair
    Prosedur Pelaksanaan :


  • Tangkap arwana dalam akuarium dengan damai kantong plastik.

  • Masukkan cairan bius dalam plastik kira-kira 1 cc/lt.

  • Bila sudah terlihat tidak sanggup melompat, angkat kantong plastik.

  • Perhatikan apakah perlu ditambahkan lagi cairan bius untuk
    menurunkan kesadaran hingga arwana menjadi terbalik, tunggu reaksi bius beberapa menit.

  • Jaga arwana selalu karam dalam air, untuk menghindari kembung.

  • Bila sudah tidak berontak, perhatikan gerakan tutup insang harus terlihat bergerak. (Dalam waktu kurang dari 5 menit, arwana mulai gelisah dan kehilangan keseimbangan dan tidak banyak bergerak. Karena penggalan tubuhnya yg berat ada di penggalan atas, maka arwana mulai terbalik. Badannya mulai kaku/ kejang. Perhatikan gerakannya, terutama gerakan insang yg memperlihatkan masih adanya perjuangan untuk bernapas.

  • Untuk keperluan foto dan pengukuran, angkat ke tempat yang telah dipersiapkan dan lakukan secepat mungkin, jikalau terlalu usang di luar air sanggup kembung.

  • Paska Pembiusan :
    • Masukkan kembali ke dalam akuarium dengan air yang tidak mengandung  materi kimia lain. Jaga di bawah kucuran air, dalam air bersahabat permukaan.
    • Arwana mulai siuman, jaga jangan hingga terbentur benda-benda di sekelilingnya.
    Efek samping :
    • Obat bius tanpa pengenceran yang mengenai sisik arwana menimbulkan iritasi selaput lendir dan menimbulkan alergi pada beberapa orang.
    • Bila arwana kembung, sanggup disiapkan larutan daun ketapang kering yang renta dituangkan dalam akuarium, suhu dinaikkan level air direndahkan. Arwana yang kembung dicirikan tidak sanggup menyelam ke dasardan berenang nungging.
    • Bila pembiusan terlalu dalam biasanya gerakan tubuh mulai jarang, gerakan insang juga demikian. Pembiusan lebih dalam lagi akan mengurangi kekejangan otot, dikala tersebut insang juga tidak ada gerakan, ikan berada pada posisi mengambang. Untuk mengatasinya tambahkan air segar untuk mengencerkan takaran obat bius atau di ceburkan ke tank higienis dibawah kucuran air.

    Budidaya Ikan Bawal

    Budidaya Ikan Bawal


    Bawal air tawar ketika ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan. Usaha budidaya ternak ikan bawal pun sudah banyak di kembangkna di banyak daerah. dan perjuangan pembesaran untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal sanggup dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir mirip daging ikan Gurami. Secara finansial, usaha budidaya ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum), cukup menggiurkan lantaran proses produksi sanggup berlangsung cukup singkat, pemijahan (jual larva) sekitar 2 – 3 minggu, pembenihan (jual benih) sekitar 1 – 2 bulan dan pembesaran (jual ukuran konsumsi) sekitar 3 – 5 bulan. Secara ekologi, ikan ini dianggap sebagai “perusak” lantaran sanggup menjadi predator bagi ikan lain dan mengancam kelestarian biodiversitas ikan orisinil perairan Indonesia. Apakah kita murni seorang pengusaha ikan (tengkulak atau bakul), penyelamat lingkungan (conservationist) ataukah pembudidayaan ikan (aquaculturist)???
    Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukurankonsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawaldapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secaramonokultur maupun polikultur. Bawal air tawar ketika ini banyak diminati sebagaiikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang.Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain :
    •Pertumbuhannya cukup cepat
    •Nafsu makan tinggi serta termasuk pemakan segalanya (OMNIVORA) yangcondong lebih banyak makan dedaunan
    •Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik
    •Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir mirip dagingikan Gurami
    Jika ingin menggeluti bisnis budidaya ikan bawal air tawar ini intinya pembudidaya bisa memilih, apakah ingin budidaya benih, pembesaran, pemasaran, atau adonan diantara pilihan tersebut. Pembesaran merupakan salah satu bab budidaya ikan bawal air tawar yang sangat penting mempengaruhi nilai jual produk di pasaran. Secara teori khusus perjuangan pembesaran ikan bawal juga tergolong jenis ikan yang tidak ‘sulit’ untuk dibudidayakan. Tingkat kelangsungan hidup bawal air tawar cukup tinggi, sekitar 90%. Bahkan, ikan bawal ini bisa bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel lantaran binatang berjenis omnivora ini mempunyai nafsu makan yang sangat besar.
    Budidaya ikan bawal air tawar relatif gampang dilakukan. Pemijahan sanggup dilakukan secara induced-spawning: induk yang sudah matang gonad dirangsang dengan penyuntikan hormon kemudian dipijahkan secara alami. Tempat pemijahan cukup memakai kain hapa yang disimpan di dalam kolam tembok ataupun di kolam. Telur yang dikeluarkan induk betina dan sudah dibuahi oleh sperma induk jantan sanggup dipanen kemudian ditetaskan di dalam akuarium atau hapa penetasan. Larva hasil penetasan sanggup bertahan dengan yolksack yang dibawanya hingga 4 – 5 hari sesudah penetasan sebelum kemudian diberi pakan Artemia. Cukup dengan derma 2 – 3 kali per hari selama hanya 2 – 3 hari, larva sudah sanggup dijual atau ditebar ke kolam. Pendederan dan pembesaran di kolam relatif tidak sulit dilakukan. Pertumbuhan ikan relatif cepat meskipun memerlukan kandungan oksigen yang mencukupi melalui anutan air ke kolam. Pakan yang diberikan sanggup bermacam-macam mulai dari pakan buatan, sisa-sisa sayuran, ikan yang lebih kecil bahkan hingga biji kapuk. Kemudahan-kemudahan tersebut telah mendorong para pengusaha ikan (baca: tengkulak atau bakul) memacu produksi ikan ini yang mengakibatkan perkembangan budidayanya sedemikian cepat dan berkembang di banyak tempat bahkan cenderung tidak terkendali.
    Beragam pakan yang sanggup dimanfaatkan ikan ini nampaknya didukung oleh sifat biologis ikan itu sendiri, diantaranya mempunyai gigi yang relatif tajam. Dengan kondisi mirip itu, secara alami, ikan ini cenderung bersifat predator terhadap ikan lain. Sifat tersebut diyakini sanggup merusak kondisi ekologis lingkungan dimana ikan ini masuk sebagai ikan baru. Peluang tersebut diperbesar oleh kemungkinan ikan ini sanggup berkembang, baik somatik maupun reproduksi, di perairan Indonesia lantaran adanya kemiripan dengan habitat aslinya di Amazon, yakni berada di garis wilayah trofis. Bukti perkembangan somatik sudah nampak dengan ditemukannya ikan ukuran relatif besar di sungai/waduk sedangkan perkembangan reproduksi hingga pemijahan secara alami di perairan bebas belum sanggup dibuktikan. Namun demikian, bukti perkembangan somatik kemudian juga dikaitkan dengan adanya kerusakan wadah budidaya yang diakibatkan ikan ini, diantaranya jebolnya keramba jaring apung di waduk. Berdasar kekhawatiran atas kondisi tersebut, kemudian memunculkan banyak sekali rekomendasi/pendapat dari para penyelamat lingkungan (conservationist) untuk melarang Budidaya Ikan Arwana ini di Indonesia.
    Tentu, perlu upaya bijak untuk sanggup memanfaatkan kelebihan ikan ini sebagai sumber pendapatan bagi para pembudidaya ikan dengan tetap menjaga kelestarian sumberdaya ikan orisinil dan habitat perairan kita. Produksi benih hendaknya diubahsuaikan dengan kebutuhan para segmen pembesaran sehingga tidak ada lagi benih yang dibiarkan hidup di kolam, yang kesannya lepas ke perairan umum tanpa kendali. Proses pendederan di kolam juga perlu diperhatikan semoga tidak ada lagi benih ikan ini yang tercampur ke ikan lain, contohnya nila atau mas, yang kemudian ikut terbawa ke keramba jaring apung dan sanggup merusak jaring dari dalam. Perkembangan kemampuan reproduksi secara alami di perairan bebas juga perlu diteliti secara akurat untuk memastikan kemungkinan tingkat perkembangan ikan ini di perairan Indonesia, sejalan juga dengan penelitian terhadap kemampuan ikan ini untuk merusak keramba jaring apung dari luar. Lebih lanjut, perlu juga diteliti kemungkinan ikan ini sanggup mendesak ikan lain pada suatu relung yang sama, mirip yang diyakini telah terjadi pada perkara lele dumbo yang mendesak relung lele lokal. Upaya-upaya itulah yang seharusnya sanggup dijawab oleh pembudidaya ikan (aquaculturist).
    Budidaya Ikan Lele

    Budidaya Ikan Lele


     duri teratur dan sanggup disajikan dalam aneka macam macam sajian masakan Budidaya Ikan Lele
    I. Pendahuluan.
    Lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat, dengan rasa yang lezat, daging empuk, duri teratur dan sanggup disajikan dalam aneka macam macam sajian masakan. Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pertolongan kuliner yang ekstra dan optimal. Peluang perjuangan kebijaksanaan daya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih gampang lantaran ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapat ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 hingga 4 bulan.

    II. Pembenihan Lele.
    Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih hingga berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele memiliki prospek yang anggun dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya perjuangan pembesaran lele.

    Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :
    1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.
    2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan memilih pasangan yang cocok antara kedua induk.
    3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).
    Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.


    IV. Tahap Proses Budidaya.

    A. Pembuatan Kolam.
    Ada dua macam/tipe kolam, yaitu kolam dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya diubahsuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe kolam maupun tipe galian, pembenihan lele harus memiliki :
    Kolam tandon. Mendapatkan masukan air pribadi dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.
    Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai kawasan pematangan sel telur dan sel sperma.
    Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, kerikil bata, bambu dan lain-lain sebagai kawasan relasi induk jantan dan betina.
    Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut lantaran anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih memakai cadangan kuning telur induk dalam jalan masuk pencernaannya.

    B. Pemilihan Induk
    Induk jantan memiliki tanda :
    - tulang kepala berbentuk pipih
    - warna lebih gelap
    - gerakannya lebih lincah
    - perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung
    - alat kelaminnya berbentuk runcing.
    Induk betina bertanda :
    - tulang kepala berbentuk cembung
    - warna tubuh lebih cerah
    - gerakan lamban
    - perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.

    C. Persiapan Lahan.
    Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) mencakup :
    - Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan aneka macam bibit penyakit.
    - Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit takaran 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.
    - Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan aneka macam racun dan gas berbahaya hasil pembusukan materi organik sisa budidaya sebelumnya dengan takaran 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk sangkar juga sanggup dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.
    - Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.
    Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang sanggup dilakukan yakni :
    - Pembersihan kolam dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.
    - Penjemuran kolam biar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat pribadi penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan takaran sama

    D. Pemijahan.
    Pemijahan yakni proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi melekat pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.
    Untuk mengatasi kelangkaan bibit lele yang telah dilepas menjadi varietas unggulan nasional itu BBPBAT sudah menyebar indukan ke beberapa Unit Pembenihan Rakyat dan Balai Benih Ikan di Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Lampung. Beberapa pembibit swasta bersertifikat pun mulai menyediakan bibit sangkuriang. Bibit ukuran 2-3 cm dijual Rp35-Rp40/ekor; 3-5 cm Rp70-Rp75/ekor; dan 5-7 cm Rp115/ekor. Diharapkan tahun depan lele-lele sangkurianglah yang memenuhi kebutuhan warung-warung pecel lele di setiap penjuru kota.

    E. Pemindahan.
    Cara pemindahan :
    - kurangi air di sarang pemijahan hingga tinggi air 10-20 cm.
    - siapkan kawasan penampungan dengan bejana atau ember yang diisi dengan air di sarang.
    - samakan suhu pada kedua kolam
    - pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.
    - pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, lantaran masih rentan terhadap tingginya suhu air.

    F. Pendederan.
    Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 - 7 cm, 7 - 9 cm dan 9 - 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau epilog dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang mengakibatkan lele gampang stress. Pemberian pakan mulai dilakukan semenjak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.

    V. Manajemen Pakan.
    Pakan anakan lele berupa :
    - pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 - 4 hari.
    - Pakan buatan untuk umur diatas 3 - 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.
    - Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pertolongan pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan takaran 1 - 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh lantaran mengandung aneka macam unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.

    VI. Manajemen Air.
    Ukuran kualitas air sanggup dinilai secara fisik :
    - air harus bersih
    - berwarna hijau cerah
    - kecerahan/transparansi sedang (30 - 40 cm).

    Ukuran kualitas air secara kimia :
    - bebas senyawa beracun ibarat amoniak
    - memiliki suhu optimal (22 - 26 0C).

    Untuk menjaga kualitas air biar selalu dalam keadaan yang optimal, pertolongan pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat bisa menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan membuat ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada ketika oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air gres atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON yakni 25 g/100m2.

    VI. Manajemen Kesehatan.
    Pada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit kalau memiliki ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang buruk sangat mendorong tumbuhnya aneka macam bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, kuman dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan yakni penjagaan kondisi air dan pertolongan nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terjangkit penyakit, dianjurkan untuk melaksanakan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh jerawat protozoa, kuman dan jamur sanggup diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan takaran yang dipakai juga harus sesuai.