Tampilkan postingan dengan label Kenari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kenari. Tampilkan semua postingan
Kenari Merah / Red Factor Canary

Kenari Merah / Red Factor Canary



Kenari ini kali pertama dikembangkan pada 1930-an oleh Dr Hans Duncker (Jerman) dengan menyilangkan siskin merah (jantan) dengan kenari kuning (betina). Beberapa orang menyampaikan leluhur dari kenari kuning yang digunakan Hans ialah Roller Jerman, sementara yang lainnya menyakini sebagai kanari Border.

Red Factor Canary atau sering disebut juga kenari merah merupakan salah satu jenis kenari yang sangat populer. Burungnya sangatactif dan bergairah. Burung ini relatif praktis dipelihara namun perlu perjuangan yang tidak mengecewakan keras untuk menernakkannya sehingga menghasilkan keturunan yang bagus.
Red Factor Canary termasuk “color canary” dan sebetulnya juga merupakan Color Bred Canary tetapi mempunyai “red factor” sebagai cuilan dari struktur genetiknya.

Perawatan khusus kenari merah:Jika Anda punya kenari merah dan ingin memelihara warna merahnya, maka mutlak Anda berikan pakan yang kaya akan beta-carotene. Minimal suplemen kombinasi antara beta-carotene dan canthaxanthin. Namun santunan kuliner tersebut hanya efektif ketika bulu sedang tumbuh, dan ini biasanya terjadi ketika burung molting/mabung.
Banyak suplemen pewarna yang dijual secara bebas tetapi memang berisiko bagi kesehatan burung. Makanan alami sanggup digunakan untuk mengatur warna kenari, contohnya parutan wortel segar dan brokoli cincang (atau buah-buahan/sayur yang kaya akan beta-carotene lainnya).
Hasil dari santunan kuliner tersebut sangat tergantung pada seberapa banyak burung mengonsumsinya. Tetapi yang jelas, santunan itu sangat kuat dan sanggup dibedakan secara kasatmata dengan kenari yang tidak diberi sama sekali kuliner menyerupai itu.
Di luar santunan kuliner menyerupai itu, perawatan kenari merah hampir sama dengan perawatan kenari lain pada umumnya.
Metode pewarnaan alami:
Beta-carotene merupakan faktor utama untuk mengakibatkan dan/atau menjaga warna merah pada kenari merah. Zat itu sanggup ditemukan pada beri, bit, ubi jalar, labu, tomat, ceri dan parutan wortel. Pemberian pakan alami sangat dianjurkan alasannya ialah ini lebih bagus.
Metode pewarnaan kimiawi:
Ada tiga materi kimia yang digunakan dalam kuliner pada penangkaran kenari merah, yakni canthaxanthin, beta-carotene, dan jeruk carotenoids.
Catatan dari saya (Om Kicau), berdasarkan wikipedia, Canthaxanthin ialah pigmen carotenoid yang banyak tersebar di alam. Carotenoids termasuk dalam kelas phytochemicals yang dikenal sebagai terpenoids. Rumus kimia dari canthaxanthin ialah C40H52O2. Didapat dengan memisahkannya dari homogen jamur. Zat ini juga sanggup ditemukan pada alga hijua, bakteri, bakteri, krustasea, dan sejumlah jenis ikan menyerupai contohnya ikan emas dan karper. Di Inggris, canthaxanthin diperbolehkan untuk tambahan pakan unggas, beberapa saus, terutama untuk diekspor ke Perancis, dan jenis kuliner lainnya, Di Uni Eropa batas tertinggi kandungan zat ini yang diperbolehkan ialah 80 mg/kg materi makanan).
Canthaxanthin merupakan unsur terkuat untuk memunculkan warna. Beberapa peternak menggunakan canthaxanthin sebagai pewarna kimia untuk kuliner burung. Ini memang bukan cara terbaik memang. Warna bulu pada burung yang hanya diberi pakan mengandung canthaxanthin hanya terlihat menyerupai merahnya kerikil bata (kusam).
Untuk menghasilkan warna merah yang cerah, perlu santunan kuliner kombinasi canthaxanthin dan beta-carotene dengan perbandingan 50:50. Dengan cara itu, bulu burung akan menjadi cerah. Campuran dua zat tersebut perlu terus disediakan dalam minuman burung selama mabung.
Pencampurannya ke dalam air ialah sebanyak satu sendok teh (campuran canthaxanthin dan beta-carotene) untuk setiap satu setengah galon air. Gunakan air untuk minuman burung sementara lainnya sanggup disimpan dalam lemari es.
Canthaxanthin dan beta-carotene juga sanggup diberikan kepada anak burung. Masukkan sesendok teh adonan canthaxanthin dan beta-carotene ke dalam satu kilogram air matang yang sudah dingin.
Campuran canthaxanthin dan beta-carotene sering dijual dengan beberapa zat tambahan menyerupai sukrosa, dektrosa, atau jenis suplemen lainnya serta vitamin C dan B. Tetapi zat tambahan itu sesungguhnya tidak kuat pada tujuan pembentukan dan pemeliharaan warna pada kenari merah.

Kenari merah palsu memang sulit dibedakan dengan yang asli. ‘Bahkan yang palsu warnanya kadang lebih mencolok,’ ujar peternak kenari di Gunungbatu, Cimahi, kabupaten Bandung, itu. Padahal warna kenari merah palsu akan kembali kuning sesudah ia mabung alias berganti bulu dan mempunyai anak. ‘Yang orisinil warna semakin manis sehabis mabung,’ kata Ahmad Sofyan, pencinta kenari di Jakarta Pusat.
Warna merah pada kenari merah palsu diperoleh melalui santunan pakan yang kaya betakaroten menyerupai tomat, wortel, dan paprika merah. Cara lain, memberi pigmen sintetis. Yang disebut terakhir ditentang banyak hobiis karena kalau over takaran (OD) pigmen betakaroten memicu gangguan hati dan ginjal burung, sampai kenari mandul.
Red siskin
Saat ini induk kenari merah orisinil sulit ditemui di pasaran. Berbeda dengan kondisi sekitar 7 tahun kemudian ketika pertama kali muncul di tanahair. Kenari merah orisinil praktis dijumpai meski harganya tinggi, Rp5-juta-Rp6-juta per ekor,’ ujar Yafri Eko Darmojo, peternak kenari merah di Cimahi. Kenari lain berkisar Rp50.000 per ekor.
Kenari merah menjadi terkenal alasannya ialah keindahan warnanya. Lantaran banyak dicari hobiis, banyak peternak menentukan cara instan dan murah untuk mencetak sosok kenari merah: menggunakan pigmen sintetis. Sebab itu kenari merah orisinil menjadi langka alasannya ialah tergusur jenis palsu. ‘Banyak hobiis ragu membeli: apakah yang dijual itu kenari merah orisinil atau palsu?’ ujar Ahmad yang pernah kecele membeli kenari palsu.
Sejatinya kenari merah orisinil merupakan hibrid. Tetua kenari yang disebut red factor alasannya ialah berwarna jingga kemerahan itu ialah betina kenari kuning Serinus canaria dan jantan finch red siskin Carduellis cucullata asal Venezuela. ‘Red siskin digunakan untuk memasukkan gen warna merah yang selama ini tidak dimiliki kenari,’ ujar Yafri.
Untuk menghasilkan warna merah lebih tegas dan merata-selanjutnya disebut kenari red intensive-Wiga menyilangkan red factor dengan salah satu tetuanya. Namun, timbul problem alasannya ialah red siskin yang dibeli secara umum dikuasai mandul. ‘Yang subur hanya 1 dari 40 ekor,’ ujarnya. Keturunan red factor dan red siskin yang dinamai black red kemudian disilangkan lagi dengan red factor.
Setelah melewati 4 kali persilangan, kenari merah intensif muncul. ‘Persentasenya 30%,’ ujar Wiga. Sisanya 60% red factor dan 10% red frost yang berbulu jingga berbercak putih. Hal serupa dilakukan Yafri. Bedanya, ia menyilangkan eksklusif keturunan black red dan red factor dengan kenari red intensif.
Dijemur
Kenari yang panjang tubuhnya mencapai 14 cm itu sanggup dijadikan induk pada umur 7-8 bulan. Jantan sanggup dikawinkan ketika berumur 10-12 bulan. Jauh lebih lambat dibanding jantan kenari kuning yang siap kawin pada umur 8 bulan. Telur dierami selama 15 hari, dan 25 hari kemudian burung siap kawin lagi.
Menurut Wiga, biar warna bulu kenari bagus, kesehatan burung asal Pulau Kanari di Samudra Atlantik itu harus dijaga. Caranya, kenari dijemur 2 kali sepekan selama 2 jam. Wiga meletakkan sangkar dalam ruangan beratap transparan sehingga sinar matahari masuk ke dalam sangkar di pagi hari. Selain itu, kenari diberi pakan bergizi terdiri atas biji millet, daun sawi segar, dan setengah butir telur puyuh rebus. Pakan menyerupai itu menjamin kebutuhan serat dan protein burung terpenuhi.
Kenari Lokal, Impor, Af, F1, F2

Kenari Lokal, Impor, Af, F1, F2


Sebagai peternak burung, kita niscaya sering  mendengar istilah-istilah tentang kenari lokal, impor, AF, F1, F2 dan lain sebagainya. Beberapa penghobi masih galau dengan istilah “F” di sini. Istilah “F” ini secara garang sanggup dikatakan sebagai “keturunan”. Bila “F1” ya berarti “keturunan kesatu”, bila “F2” ya berarti “keturunan kedua”, demikian pula selanjutnya. Tetapi lain lubuk lain belalang, demikian pepatah berkata, di tempat lain “F2” mewakili kenari hasil perkawinan F1 dengan F1. Di Yogyakarta pada khususnya “F2” berarti kenari hasil perkawinan F1 dengan jenis indukan F1 tersebut. Misalnya betina F1, hasil perkawinan Yorkshire jantan dengan betina lokal, dengan Yorkshire. Pada kesimpulannya, sayapun juga galau mana yang benar, mana yang salah. Akhirnya saya tidak terfokus pada istilah, tetapi saya berfokus pada mutu keturunan. Inipun saya anggap masih menjadi misteri, keturunan atau kenari jenis apakah yang cocok dengan lomba di tanah air. Tetapi beberapa jenis kenari hasil persilangan Yorkshire dengan lokal telah menandakan prestasinya. Apakah kita akan berhenti di sini? Saya langsung menjawab: Tidak Akan Pernah? Beberapa bulan terakhir ini saya berpikir perlunya darah atau sanggup dikatakan jenis atau dalam bahasa inggrisnya disebut dengan istilah strain.

Kalau kita mengawinkan F1 jantan dengan F1 betina maka kita lihat anakannya ada yang besar dan ada yang kecil. Hal ini dikarenakan F1 bukanlah Final Strain! Saya sudah menulis di buletin ini, bagaimana orang Amerika menemukan jenis kenari gres yang mereka sebut American Singer Canary, hasil persilangan antara Border dan Harzer. Inilah maksud goresan pena saya! Saya mengajak para peternak dan kenari mania di sini untuk membuat jenis gres yang cocok di Indonesia. Tentunya yang Final Strain, yang bila dikawinkan dengan sesama jenisnya akan menghasilkan anakan yang bodinya seimbang antara satu dengan yang lainnya. Sebagai contoh kenari Yorkshire, bila dikawinkan dengan sesama Yorkshire maka akan dihasilkan Yorkshire yang ukuran bodinya telah sanggup ditentukan.

Di lomba Indonesia cukup umur ini dituntut lagu yang indah, volume yang keras, panjang napas yang mendukung, gaya yang menawan dan kerajinan bernyanyi. Penilaian saya kenari tersebut tidaklah berukuran BESAR, lantaran pengalaman menyampaikan burung yang besar kurang rajin bernyanti. Sedangkan burung yang kecil kurang menawan dilihat dan para papburi mania menghakimi volumenya kalah dengan jenis yang lebih besar. Sehingga harusnya kenari ideal Indonesia yaitu antara kenari jenis kecil dan jenis besar. Kita ketahui jenis kecil terbagi dari colorbred canary (masyarakat menyebutnya kenari holland, yang membuat saya galau lantaran lahirnya di Indonesia alias pribumi tetapi warganegara holland dan kenari jenis tersebut adanya tidak hanya di Holland serta yang menemukannya juga bukan orang Holland!), Waterslager, Harzer, Lizard, Gloster, Taiwan, Fusan (Cina). Jenis besar sanggup dikatakan terdiri dari: Yorkshire, Crested, Lancashire, Norwich, Border, Scotch Fancy, Belgi Bossu. Selain itu terdapat jenis Frill atau bulu balik dan variannya yang antara lain: Parisian Frill, Paduan Crested Frill, Fiorino, North/South Dutch Frill. Serta jenis-jenis kenari yang jarang atau belum dikenal masyarakat kita menyerupai Munchener, Japan Hoso dan lain-lain. Dari citra jenis-jenis kenari di atas maka sanggup ditarik perkataan bahwa jenis kecil akan disilangkan dengan jenis besar, kita sudah sanggup membaca jenis apa yang akan disilangkan, mengambil keunggulan ini untuk menutup kelemahan ini, dan lain-lain. Yang menjadi kebingungan ketika ini yaitu jenis apa yang harus disilangkan? Tentunya hal ini akan terjawab dengan eksperimen, teknik try and error harus dilakukan lantaran bukankan berbuat salah yaitu manusiawi.
Banyak pertanyaan muncul dari aneka macam orang yang menanyakan kepada saya apa itu kenari AF? Apa itu kenari F1? Dan apa yang dimaksud kenari F1, F2 dan F3? Apa perbedaan kenari AF,F1,F2 dan F3? Banyak tanggapan untuk soal ini dan salah satu diantaranya akan berusaha dijawab.
Pertama-tama yang perlu dipahami mengenai "F" sendiri sanggup diartikan sebagai keturunan. Jika demikian F1 berarti merupakanketurunan ke 1 sedangkan F2 yaitu keturunan ke 2 dan begitu seterusnya. Namun tidak semua keturunan yang dihasilkan oleh sepasang indukan kenari sanggup dikatakan demikian, simbol "F" ini sanggup dipakai kalau hasil keturunannya di sanggup dari persilangan kenari, yang artinya yaitu berasal dari perkawinan silang antara kenari dengan jenis yang berbeda.
Jika dimulai dari aturan dasar makan F ini bersama-sama berasal dari hasil perkawinan antara 1 pasang indukan. Makara mungkin gambarannya yaitu begini

P (parental) x P (parental) = F1 (ini berlaku dalam sistem hybrid ataupun perkawinan sesama jenis).

Dari teori diatas sanggup diturunkan lagi menjadi sebuah "Family Tree" yang berasal dari indukan sesama jenis (misal yorkshire x yorkshire) ataupun beda jenis (misal yorkshire x lizard, waterslager x blackthroat) sehingga menghasilkan F1 atau keturunan pertama. Tentu saja F1 dari dua contoh perkawinan tersebut menghasilkan sifat genetika yang berbeda. Secara umum F2 akan membawa sifat yang lebih random dalam perkawinan hybrida.
Namun istilah F sendiri masih terbilang rancu dan kurang spesifik dalam ranah peternakan kita sehingga kadang membuat orang bingung. Misalnya saja F1 dihasilkan dari perkawinan antara kenari yorkshire dengan kenari lokal dan F2 dihasilkan dari perkawinan kenari yorkshire dengan F1.
  1. Perkawinan kenari yorkshire dengan kenari lokal (kenari besar dengan kenari kecil) menghasilkan F1
  2. F2 dihasilkan dari perkawinan antara kenari yorkshire (indukan dari F1) dengan kenari F1
  3. Hasil dari perkawinan antara kenari F2 dengan kenari indukan kenari F1 menghasilkan keturunan ke 3 atau yang disebut dengan F3. Sumber lain menyampaikan bahwa kenari F3 sanggup dihasilkan dari perkawinan sesama keturunan F2
  4. F4 dihasilkan dari kenari F3 yang dikawinkan dengan salah satu induk dari F2
  5. Keturunan F4 kalau dikawinkan dengan sesama keturunan F4 akan menghasilkan F5. Keturunan ke 5 atau F5 sanggup juga dihasilkan dari perkawinan antara F3 dan F4
  6. Jika keturunan F5 dikawinkan dengan induk dari keturunan F4 maka akan menghasilkan F6 dan inilah yang disebut sebagai fixed strain
  7. Sebagai tambahan, jenis keturunan yang sering disebut AF sebenarnya asing ditemui dalam istilah biologi dan bahkan mungkin tidak ada. Namun sudah terlanjur beredar umum dan setidaknya perlu dijelaskan bahwa kenari AF dihasilkan dari keturunan Filial F1/F2/F3 (bukan jenis fixed strain) dikawinkan dengan kenari lokal atau kenari non fix strain dalam 3 tingkatan ke depan. Dengan kata lain perkawinan sesama non fix strain akan menghasilkan keturunan yang disebut AF.
Catatan: (indukan tidak hanya/harus dari kenari yorkshire saja melainkan dari semua jenis kenari, semisal: lanchasire, border, roller, gloster dll dengan contoh rumus keturunan yang sama pula). Selain itu untuk membuat jenis gres tidak hanya mengacu hanya hingga F6 saja melainkan tergantung dari sasaran dan variabelnya.
Fixed strain sendiri dijelaskan sebagai suatu sifat permanen yang menempel pada kenari. Dengan fixed strain ini maka akan didapat sifat-sifat permanen yang mencakup volume suara, bentuk dan warna. Jika selama ini kita sering mendapati kenari F1 dengan postur yang berbeda-beda itu dimungkinkan lantaran belum adanya fixed strain.

Final Strain,  Static Strain dan Degradation
Anggaplah saja kita berandai-andai menyerupai ini, kalau yorkshire dikawinkan dengan lokal (ys x lokal) maka sebutan yang umum untuk hasil keturunannya yaitu F1 ys. Kita berandai bahwa F1 ys ini mewarisi 50% sifat dari ys dan selanjutnya F2 mewarisi 70%-75% sifat ys sedangkan F4 mewarisi lebih dari 90% sifat ys. Kita akan mendapat static strain atau jenis statis kalau perkawinan sesama F4 terjadi atau dengan kata lain F4 x F4. Jika F6=final strain maka dengan kata lain F6 itu sanggup disebut sebagai jenis gres kenari.
Dalam perkembangannya peternak sering mengawinkan secara monohibrid yang contohnya saja F1 dikawinkan dengan F1. Adapun keterangan untuk menanggapi hal tersebut
  • Jika F1 x F1 maka istilah umumnya anakannya akan disebut AF dimana hereditas fenotipe dari indukannya akan berkurang.
  • Jika F1 disilangkan dengan lokal maka istilah keturunannya akan disebut sebagai lokal super dimana degradasi sifat dari indukannya akan semakin terlihat.
  • Jika lokal super disilangkan dengan lokal maka anakannya akan disebut sebagai lokal.
Dilema Nama Keturunan Perkawinan Kenari

Saat ini yang menjadi banyak perdebatan yaitu soal perkawinan monohibrid dimana sesema kenari yang belum final strain dikawinkan. Misalnya saja perihal persoalan nama dari keturunan F1 x F1, beberapa pendapat mengemukakan bahwa hasil dari perkawinan itu disebut AF. Dengan kata lain perkawinan sesama jenis non fix strain disebut AF. Asumsi ini diperkuat dengan teori gen hereditas fenotipe yang semakin luntur kalau sesama non fix strain dikawinkan, selain itu filial dari fixed strain (contoh yorkshire) (F)  yang berada di depan biasanya yaitu sebagai pengangkat pamor dan dianggap lebih tinggi. Namun beberapa sumber juga mencatat bahwa F1 x F1 disebut F2, ini didasarkan pada F yang berarti Filial bersifat turun temurun, terus mana yang benar?
Beberapa peternak senior menyampaikan kepada saya bahwa janganlah kita terlalu mempermasalahkan hal ini alasannya yaitu di Indonesia sendiri masih dalam taraf setengah jalan yang artinya untuk menamai keturunan tersebut dibutuhkan pembuktian rantai keturunan secara rinci dan detail menyerupai halnya di luar negeri. Adapun beberapa perkiraan dan kerancuan yang teramat sangat membingungkan yang berkembang di kalangan peternak dan penghobi, contohnya yaitu menyerupai ini:
  • F1 x F1 = AF11. Ini dikarenakan F belum merupakan final strain sehingga asumsinya yaitu hasil perkawinan tersebut disebut AF. Angka sebelas/11 menyampaikan bahwa itu yaitu hasil perkawinan antara sesama keturunan pertama. Makara F2 x F2 = AF22 dst.
  • Kenari disilangkan dengan blacktroat sehingga anakannya disebut blacken, kenapa tidak biasa disebut sebagai F1? ini dikarenakan lantaran pada perkembangannya peternak sering menyilangkan kenari yang sudah fixed strain ataupun belum fix strain dengan blackthroat. Jika F1 ys x blackthroat maka anakannya akan disebut apa? 
  • Mengawinkan sesama kenari yang belum fix strain namun berbeda jenis. Misalnya saja hasil perkawinan antara yorkshire x lokal dikawinkan dengan hasil perkawinan lizard x waterslager, disebut apakah anaknya?
  • F1 ys x lizard, anakannya disebut apa? 
  • Ys x lokal = F1 lokal?
Untuk menjawab pertanyaan yang belum sanggup dijawab secara rinci oleh beberapa sobat saya yang sudah bertahun-tahun mendalami kenari ini, lebih baik kita jangan dipusingkan dengan itu. Setiap peternak memberi nama keturunannya dikarenakan untuk menandakan silsilah dari keturunan tersebut. Jika kita yaitu seorang peternak yang menekuni bidang fix strain maka sanggup jadi kita sanggup menandakan rantai regenerasi secara rinci, namun kalau tidak maka perkiraan yang beredar di masyarakat kini toh tidak seratus persen salah. Makara setiap peternak wajib mempertanggungjawabkan hasil dari ternakannya yang kemudian sanggup menyampaikan mana indukannya. Karena kita selama ini mengacu kepada pendekatan gen lebih banyak didominasi dari indukan fixed strain maka dalam perjalanannya kalau menyilangkan sesama non fixed strain akan terjadi kerancuan yang telah kita alami sekarang. 
Jadi akan lebih baik kita melihat secara kasatmata perihal persoalan kualitas si burung itu sendiri yang mencakup postur, bunyi dan karakter. 
Menjaga Kualitas Produktivitas Ternak

Menjaga Kualitas Produktivitas Ternak



Menikmati dan membuatkan hobi ternak burung kenari bagi sebagian orang dianggap sebagai hobi yang sanggup memperlihatkan hiburan sekaligus income. Saat berfokus kepada suatu tujuan maka pada ketika itu juga sering mengesampingkan beberapa hal keci yang dianggap tidak berkaitan dengan apa yang menjadi tujuan tersebut, padahal banyak kecil hal yang tanpa disadari bekerjasama akrab dengan tercapainya tujuan.

  1. Kualitas Materi Indukan: Hal inilah yang mensugesti kualitas keturunannya. Dari awal burung kenari sendiri digolongkan menjadi 3 jurusan/orientasi yaitu: kenari yang berorientasi kepada postur, warna dan suara. Dalam perkembangannya peternak sering mengidamkan kualitas kenari mereka yang mencakup ke 3 faktor tersebut dalam 1 sosok burung kenari sehingga untuk mencapai proses ini diharapkan waktu yang cukup lama.
  2. Banyaknya Indukan: Jumlah indukan produktif akan mensugesti jumlah produksi yang akan dihasilkan. Tentu saja untuk sasaran profit, materi indukan dalam jumlah banyak akan menghasilkan jumlah/keuntungan yang lebih banyak. 
  3. Pakan: Makanan yang disajikan merupakan asupan gizi yang masuk kemudian diolah dan akan mensugesti metabolisme burung. Pada dasarnya semakin cukup dan seimbang gizinya maka kondisi breeding akan menjadi lebih lancar dan meminimalisir problem kesehatan dalam tiap-tiap burung kenari. Diluar itu kondisi dukungan pakan yang higienis dan sehat serta dalam porsi yang cukup akan membantu produktivitas ternakan.
  4. Multivitamin/Supplemen: Dirasa menjadi suatu kebutuhan layaknya insan yang membutuhkan mulvitamin untuk membantu menjalani aktivitasnya sehari-hari supaya tidak gampang terjangkit penyakit dan selalu bertenaga. Pada dasarnya burung membutuhkan beberapa vitamin A,B,C,D,E yang bersama-sama sudah ada dalam pakan biji-bijian dan extra fooding berupa sayuran, telur dan buah-buahan setiap harinya. Dalam kondisi tertentu peternak memakai multivitamin guna memantabkan langkah breeding mereka dan berusaha memenuhi gizi burung tangkarannya. 
  5. Kesabaran: Adalah perilaku di ketika dihadapkan kepada problem atau halangan dalam beternak. Suatu ketika mungkin kita akan berpikir mengapa orang lain sanggup membuatkan dan menangkarkan kenari dengan produktivitas yang tinggi sedangkan kita sendiri susah payah tidak berbuah manis. Dalam hal ini diharapkan kesabaran sekaligus perubahan guna mencapai sasaran yang diinginkan. Kesuksesan juga tidak lepas dari pengetahuan dan pengalaman-pengalaman sebelumnya.
  6. Cuaca/Iklim: Tidak sanggup disangkal bahwa cuaca/iklim juga mensugesti produktivitas dan kondisi peternakan. Sudah menjadi aturan alam jikalau makhluk hidup yang ada di bumi mengalami siklus alam sesuai dengan tanda-tanda alam itu sendiri. Musim yang kerap menjadi hambatan para peternak yakni ketika animo hujan dimana matahari yang jarang menampakkan sinarnya ataupun ketika animo pancaroba/pergantian animo dimana seringkali mengalami cuaca ekstrim dan sulit untuk ditebak. Cuaca yang kurang baik (terlalu hirau taacuh atau terlalu panas) menciptakan kondisi burung menjadi sulit untuk top perform dan harus dibantu dengan setelan pakan dan kondisi ruangan yang kondusif.
  7. Kebersihan: Pepatah menyampaikan "kebersihan yakni pangkal kesehatan" dimana kondisi daerah ternak yang bersih, pakan yang higienis serta air minum yang higienis akan menciptakan burung menjadi riang, bahagia dan bangga :). Dengan kata lain kebersihan yang menyeluruh akan menjauhkan dari parasit, penyakit dan meningkatkan produktivitas ternak.
Sebagai tambahan, obat-obatan juga diharapkan ketika kondisi burung terjangkit penyakit dimana langkah cepat untuk mengobati menjadi aspek penting dalam memilih kesehatan burung itu sendiri. Terlepas dari itu bukankah mencegah lebih baik daripada mengobati :) sehingga burung akan sehat tanpa harus dimasuki obat-obatan atau zat kimia yang bersama-sama juga tidak begitu elok untuk vitalitas burung dalam waktu jangka panjangnya.
Master Burung Kenari

Master Burung Kenari


Dari waktu ke waktu memasterkan burung kenari masih menjadi hobi atau acara yang kian terkenal dalam dunia perburungan. Hingga dikala ini trend master masih menjadi topik pembahasan yang menarik untuk disimak dan diikuti oleh para peternak burung khususnya burung kenari, menyangkut hal tersebut maka beberapa pemaster pastilah menyiapkan burung-burung master bersuara handal supaya bisa mengajarkan kepada "murid" nya mengenai lagu yang diperlukan oleh pemaster.


Dalam beberapa kesempatan seringkali para penghobiis bertukar pikiran mengenai ihwal burung master yang baik bagi burung kenari mereka. Pendapat dan perkiraan pun alhasil bermunculan dimana demam isu masyarakat dan dunia lomba menjadi faktor yang mensugesti dunia pemasteran, namun apakah pemasteran bisa keluar dari lingkup tersebut? Tentu saja demam isu dibuat dari beberapa hal yang terkait seperti: hasil yang telah dicapai (prestasi), pengalaman, harga materi baku dan tujuan pemasteran itu sendiri.
Perkembangan perkiraan mengenai pemasteran telah dipersempit dengan standar suatu event lomba tertentu sehingga kemungkinan para pelomba akan menyajikan "menu" yang berbeda dalam setiap event nya. Lantas muncul suatu pertanyaan, burung master apakah yang paling cocok untuk burung kenari? Burung master apakah yang bisa menghasilkan lagu yang istimewa dan mewah? Secara spesifik tren lagu master dari waktu ke waktu akan mengalami perubahan baik lambat ataupun cepat. Setidaknya ada sedikit klarifikasi soal ini untuk sekedar memecah "keheningan" mengenai ihwal demam isu lagu master tersebut, antara lain:
  • Poin penting dalam pemasteran ialah kapasitas burung master dan burung yang akan dimaster. Asumsi dasar dari pemasteran ialah burung yang dimaster dengan bunyi tertentu akan berusaha menirukan suara/lagu dari burung master tersebut. Berangkat dari hal tersebut maka burung master sanggup diwakili dengan jenis burung apa saja namun dengan catatan huruf lagunya tidak berbeda jauh dengan jenis burung yang akan dimaster.
  • Terlepas dari jenis burung masternya, keberhasilan burung kenari membawakan lagu tertentu bahwasanya dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti: kualitas bunyi burung master, tingkat kecerdasan, kemampuan iman dari master, lingkungan, jumlah burung master, dan lain-lain. Berangkat dari hal inilah maka kita mendapat perkiraan bahwa kenari isian dengan membawakan suatu materi lagu tertentu akan bersifat kompetitif dan relatif terhadap kenari isian lainnya bila dinikmati (klangenan) atau guna untuk dilombakan.
  • Ada semacam tujuan dari acara pemasteran, yaitu ialah membuat lagu bersuara anggun dan lantang sesuai dengan huruf perlombaan di masyarakat kita. Bahwa membuat lagu yang dianggap berkualitas intinya ialah mempertajam lagu dari huruf bawaan serta menambah variasi lagu.
  • Saat penemuan lagu yang dianggap unik, glamor dan memenuhi kriteria perlombaan secara umum maka itulah yang jadi bunyi lebih banyak didominasi dan demam isu lagu master walau secara berkelanjutan tetap akan terus berubah. Bukan berarti setiap penghobiis akan berada pada jalur demam isu tersebut namun bisa berjalan keluar atau melawan arus tersebut.
Karena intinya tidak akan pernah puas dengan suatu lagu tertentu maka dibutuhkan penemuan yang secara berkesinambungan baik berdasarkan standart resmi yang mungkin suatu dikala akan dibakukan oleh rekan-rekan penghibobi kicauan di tanah air kita ini.

Postinngan Sebelumnya : Borax Untuk Pupuk Tanaman Cabai

Cara Mengatasi Burung Kenari Stres Dan Macet

Cara Mengatasi Burung Kenari Stres Dan Macet


Banyak orang yang sering resah dengan bagaimana cara mengatasi kenari yang stress dan juga macet bunyi. Solusinya pun terkesan simpel namun pada prakteknya tidak semudah teorinya. Untuk mengatasi kenari biar tidak stress memang perlu perhatian ekstra, yang perlu diingat yakni stress pada burung kenari tidak hanya mengidap pada kenari jantan saja namun juga kenri betina.
Kecenderungan seekor burung untuk menjadi stress dipengaruhi oleh banyak faktor. Dalam Budidaya burung kenari beberapa faktor yang sanggup menjadikan stress adalah:
  • Lingkungan yang terlalu bising dan ramai. Situasi ini sangat memicu kenari untuk stress. Lingkungan ramai menyerupai di pinggir jalan raya, di tengah area konstruksi dan pembangunan serta area dengan tingkat kemudian lalang yang tinggi perlu dihindari.
  • Suhu dan cuaca yang tidak baik, contohnya saja terlalu panas atau terlalu dingin. Dalam situasi ini biasanya kenari akan mengalami macet bunyi, kurang lincah bahkan jikalau terlalu usang akan menjadikan penyakit sampai kematian.
  • Suara burung lain juga turut memicu stress pada kenari. Hal ini terbukti lantaran beberapa pengalaman menandakan bahwa kenari jantan mereka mengalami macet suara dan stress jawaban didekatkan dengan burung lain yang lebih besar dan lebih "fighter".
  • Berdekatan dengan binatang lain, contohnya saja letak sangkar yang kurang baik. Hal ini memungkinkan binatang lain menyerupai kucing, anjing, tikus, tokek dll sanggup mengganggu kenyamanan si burung.
  • Kenari jantan yang terlalu birahi pada taraf tertentu akan lebih cepat mengalami stress. Biasanya burung akan sangat hiperaktif dan tidak terkendali. 
Cara mengatasi kenari stress ternyata harus dipahami secara lebih detail. Berikut ini beberapa cara mengatasi kenari stress
  1. Jauhkan dari tempat/lingkungan yang bising, terlalu panas dan terlalu dingin. Hal ini sanggup berlaku juga jikalau kenari betina tidak mau mengerami telur dan tidak meloloh anak-anaknya.
  2. Letakkan sangkar/kandang di daerah yang jauh dari binatang pemangsa. Biasanya orang meletakkan sangkar atau kandangnya di daerah yang agak tinggi. Jauhkan juga dari beberapa burung yang berkompeten untuk menciptakan kenari anda menjadi stress.
    PERHATIAN: tidak semua burung bisa menciptakan kenari menjadi stress.
  3. Jika burung terlalu birahi sebaiknya dikawinkan.
  4. Untuk solusi kenari betina yang tidak mau mengerami telur dan meloloh anak-anaknya akan dibahas khusus di goresan pena berikutnya
  5. Jika kenari terlihat stress tanpa sebab, bisa jadi itu yakni sifat bawaan. Solusinya yakni dengan teknik kerodong sangkar dan pencelupan kepala kenari ke dalam air selama 1 detik.
Kenari macet bisa disebabkan oleh banyak sekali faktor, contohnya saja jawaban terkena penyakit, sedang mabung ataupun stress. Untuk cara mengatasi kenari macet bunyi akibat stress yakni sebagai berikut
  1. Dengan cara suntik. Cara ini digunakan bila si pemilik burung merasa sangat putus asa dengan keadaan burungnya dan tidak ada jalan keluar lagi.
  2. Penjemuran yang teratur dan pakan yang baik serta sehat. Ini penting lantaran beberapa kenari macet dipicu pakan yang tidak baik dan tidak sehat.
  3. Teknik mandi atau penyemprotan kepada burung sanggup membantu menyegarkan kondisi burung.
  4. Didekatkan dengan burung gacor lainnya. Ternyata, teknik ini pun bisa berkhasiat untuk mengatasi kenari yang macet.
  5. Konsumsi multivitamin perangsang birahi. Hal ini bisa merangsang kenari biar rajin suara dan mendongkrak stamina. 
  6. Burung bisa juga dikerodong, hal ini dilakukan biar burung merasa dalam kondisi yang hening dan lebih nyaman.

Postinngan Sebelumnya : Master Burung Kenari




Penyebab Telur Kenari Gagal Menetas

Penyebab Telur Kenari Gagal Menetas




 Bagi beberapa orang yang sedang memulai perjuangan atau hobi beternak kenari tentu saja sering merasa resah bila burung kenari yang mereka budidaya sulit untuk produksi. Beberapa hal yang perlu dipahami yaitu tidak ada cara instan untuk menciptakan burung kenari yang kita rawat sanggup berketurunan atau berproduksi.


Banyak faktor yang menghipnotis produktivitas ternak. Diperlukan metode dan prosedur rawatan jangka panjang guna menciptakan burung kenari yang ditangkarkan bisa berproduksi sampai umur 5 tahun atau di atasnya. Kembali ke duduk kasus judul, mengapa telur kenari gagal menetas? Berikut ada beberapa pembahasan umum yang terkait dengan kelangsungan keturunan dan reproduksi kenari:
  • Proses kawin: untuk mengetahui salah satu penyebab gagalnya telur kenari untuk menetas yaitu dari proses kawinnya. Secara alami burung kenari betina sanggup mengeluarkan telur walau tidak ada proses kawin atau pembuahan dari induk jantan, jadi bila ingin mendapat bibit dari telurnya maka diperlukan proses kawin.
  • Hormon: dikala proses kawin terjadi secara baik namun telur kenari gagal menetas sesudah masa pengeraman 14 hari atau telur terlihat kosong sesudah di cek pada usia pengeraman lebih dari 5 hari maka salah satu kemungkinannya yaitu kurang matang/siapnya hormon indukannya. Jika selama ini beberapa penghobiis hanya mengacu kepada faktor jantan saja yang berperan terhadap hasil pembuahan sel telur dalam badan betina maka ternyata faktor betina juga berperan dalam menghasilkan keturunan. Dalam hal ini perlu diingat bahwa kondisi birahi pada burung kenari tidak sanggup disamakan atau menjadi patokan bahwa burung tersebut juga memiliki hormon yang baik dan subur.
  • Suhu: sering dijumpai bahwa bibit/piyik kenari yang sudah terbentuk di dalam telur tidak sanggup menetas sesudah masa 14 hari pengeraman. Salah satu penyebabnya yaitu alasannya yaitu suhu yang terlalu panas dan terlalu dingin. Jika telur yang sedang dierami oleh indukannya mendapat intensitas sinar matahari eksklusif dalam waktu yang usang maka biasanya kondisi telur akan mengalami dehidrasi. Begitu pula sebaliknya bila suhu terlalu hambar dan telur kurang mendapat kehangatan yang baik maka biasanya proses pembentukan bibit tidak akan berlangsung dengan baik.
  • Psikologi: kondisi stress pada indukan yang mengeram telur juga turut memicu keberhasilan telur tersebut menetas. Saat indukan stress maka ia akan memiliki kecenderungan untuk meninggalkan sarang pengeraman (tidak mengeram) dan sanggup berperilaku yang tidak wajar, contohnya sikap hiperaktif alasannya yaitu over birahi, terdapat kutu di sarang pengeraman atau kondisi daerah ternak yang kurang kondusif.
  • Penyakit: sudah sewajarnya bila burung kenari yang sedang terinfeksi penyakit akan mengalami penurunan stamina dan nafsu makan. Selain itu burung kenari yang terkena penyakit dikala mengeram dalam beberapa kasus akan malas mengerami telur-telurnya walau dalam beberapa kasus indukan yang terkena penyakit bila tak tertangani secara baik sanggup mati dengan kondisi mengerami telur-telurnya. Hal lainnya yaitu bila penyakit tersebut menyerang burung kenari indukan sebelum proses kawin maka biasanya akan bekerjasama dengan daya tetas telur yang tidak bisa maksimal, begitu pula bila penyakit hinggap pada burung kenari indukan sesudah proses kawin.
  • Kondisi/stamina: kondisi burung yang terlalu capek akhir terlalu terforsir untuk kawin atau kontes bisa jadi malah menimbulkan duduk kasus baru, beberapa hal ditengarai terjadinya egg binding sanggup dipicu alasannya yaitu kondisi induk betina yang terlalu letih untuk mengeluarkan telur-telur dari rahimnya. Sedangkan pada indukan jantan stamina yang terkuras dan tidak fit juga turut menghipnotis kualitas sperma.

Masih terkait dengan daya tetas telur bahwa ada hal yang paling fundamental yang tidak bisa ditinggalkan yaitu duduk kasus Gizi. Kebutuhan akan vitamin, mineral dan zat-zat yang diperlukan oleh burung kenari melalui pakan, suplemen, penjemuran dan kebersihan harus terpenuhi secara baik sebelum masa produktif itu tiba. Hal ini juga juga tidak bisa diselenggarakan dan memiliki dampak yang tiba-tiba/instan melainkan butuh proses untuk menanganinya. Ini sekaligus menjelaskan fenomena indukan yang tidak mau ngisi dimana seringkali antara gizi dan kematangan hormon tidak ada kesinambungan bahkan ditemui beberapa burung yang dipaksakan kawin sebelum benar-benar dalam kondisi puncak.

Baca Juga :